MEMAHAMI Batasan-batasan Toleransi dalam Aqidah Islam tentang Pengucapan selamat NATAL.

Gambar

اَ لسَـــــــلاَمُ عَلَيــْــكُم وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكـَـاتُهُ
Saudara-saudari muslimku semua….

Tanggal 25 Desember tinggal 1 hari lagi.. Saya cuma ingin saling ingat-mengingatkan dengan saudara-saudari muslimku semua,yaitu saling ingat mengingatkan tentang perihal NATAL…

Hari NATAL adalah bagian dari prinsip-prinsip POKOK keimanan agama Nasrani/Kristen, mereka meyakini bahwa di hari inilah Nabi Isa ibnu Maryam (yang umat Kristen sebut dengan Yesus Kristus) tuhan mereka VOTiNG dilahirkan. Di dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah Christmas.

Christ berarti Kristus.
sedangkan Mass berarti perayaan atau perkumpulan.
Jadi bahwa pada hari itu banyak orang berkumpul mengingat atau merayakan hari kelahiran Kristus. Dan Kristus menurut keyakinan umat Kristiani adalah Allah yang menjelma menjadi manusia atau menganggap bahwa Yesus adalah salah satu oknum dari Allah ( TRiNiTAS. ).

Ucapan selamat NATAL bukan sekedar penghormatan atau bagian dari toleransi beragama, namun merupakan persoalan yang sangat PRINSIP dalam agama Islam dan jika diucapkan oleh seorang muslim dapat merusak AQIDAHNYA. Tentu saja pemberian ucapan selamat NATAL baik dengan lisan, telepon, email,BBM maupun sms berarti orang tersebut sudah memberikan pengakuan terhadap ketuhanan yesus dan rela dengan prinsip-prinsip agama nasrani.

Artinya, seorang muslim yang mengucapkan SELAMAT NATAL, walaupun TIDAK ADA NIAT pengakuan terhadap ketuhanan yesus, tetap saja hal itu DILARANG. Sebab Allah Ta’ala sangat murka dengan ritual penyekutuan Allah, seperti peringatan HARI KELAHIRAN YESUS. Bagaimana seorang muslim ikut serta mengucapkan SELAMAT kepada mereka yang jelas-jelas melecehkan Allah Ta’ala?…Maka jelaslah sudah, sekalipun dalam ucapan itu TIDAK ADA NIAT, pantaskah kita ikut rela dan senang terhadap mereka yang melecehkan,menyekutukan Allah dan serta ingkar terhadap keesaan Allah SWT dengan alasan toleransi?..

Berbuat kebaikan kepada mereka dalam hal ini adalah bukan dengan ikut memberikan selamat Hari NATAL dikarenakan alasan diatas akan tetapi dengan tidak mengganggu mereka didalam merayakannya (Hablum Minannas/aspek sosial/hubungan baik dengan sesama manusia).

“JADI TIDAK PANTAS SEORANG MUSLIM ikut-ikutan mengucapkan “SELAMAT NATAL” kepada umat Kristen APALAGI SAMPAI IKUT MERAYAKANNYA. BAGAIMANA MUNGKIN ORANG yang menyembah ALLAH yang Maha Esa memberi ucapan SELAMAT KEPADA PENYEMBAH YESUS yang menyekutukan Allah tsb?

Allah subhanahu wa ta’ala telah memperingatkan kita dalam firmanNya:

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

وَلاَ تَلْبِسُواْ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُواْ الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
(Qs Al-Baqarah 2:42)
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu , sedang kamu mengetahui.”

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً
(Qs Al-Israa 4:48)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Jadi makna Toleransi itu tidak mengganggu mereka beribadah. Bukan ikut-ikutan merayakan ibadah mereka.”
Tidak ikut-ikutan dalam hal kemusyrikan mereka. Seperti itulah Toleransi yang benar.
Jangan sampai kita terjebak dalam mencampur adukan hal-hal yang Hak dengan hal-hal yang bathil.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاء اللّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُم بِذُنُوبِكُم بَلْ أَنتُم بَشَرٌ مِّمَّنْ خَلَقَ يَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ وَلِلّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ
(Qs Al-maidah 5:18)
Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa(Azab) kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya.Dia MENGAMPUNI siapa yang Dia kehendaki dan MENYIKSA siapa yang Dia kehendaki. Dan Kepunyaan Allah-lah seluruh kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).

لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَـهٍ إِلاَّ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَإِن لَّمْ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
(Qs Al-maidah 5:73)
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak BERHENTI dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللّهِ وَقَالَتْ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِؤُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
(Qs At-tauba 9:30)
Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللّهِ وَقَالَتْ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِؤُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
(Qs At-Taubah 9:31)
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
(Qs At-Taubah 9:32)
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai”

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ وَلاَ تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ إِلاَّ الْحَقِّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرُسُلِهِ وَلاَ تَقُولُواْ ثَلاَثَةٌ انتَهُواْ خَيْراً لَّكُمْ إِنَّمَا اللّهُ إِلَـهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَن يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَات وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَفَى بِاللّهِ وَكِيلاً
(Qs An-Nisaa 4:171)
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : “(Tuhan itu) tiga”, BERHENTILAH (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

يَسْتَنكِفَ الْمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبْداً لِّلّهِ وَلاَ الْمَلآئِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ وَمَن يَسْتَنكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيهِ جَمِيعاً
(Qs An-Nisaa 4:172)
Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.

أَمَّا الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَيَزيدُهُم مِّن فَضْلِهِ وَأَمَّا الَّذِينَ اسْتَنكَفُواْ وَاسْتَكْبَرُواْ فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَاباً أَلُيماً وَلاَ يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ اللّهِ وَلِيّاً وَلاَ نَصِيراً
(Qs An-Nisaa 4:173)
Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah.

صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيْمِ

——!!
Jadi,berdasarkan firman Allah diatas,maka sangat Ingkarlah apabila kita masih saja mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir yang merayakan perayaan kelahiran anak Allah didalam KEMUSYRIKAN dan PENGHINAAN kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Mungkin ada yang berfikir : Apalah artinya mengucapkan sepatah kata dengan alasan toleransi???

Jawabanya: Toleransi ya toleransi,cukup dengan Tidak mengganggu mereka yang minoritas ditanah air Indonesia ini dalam peribadahan mereka,maka itu sudah lebih dari cukup tentang toleransi!
Tetapi tentang AQIDAH, tidak ada yang namanya toleransi!

Apalah artinya mengucapkan sepatah kata dengan alasan toleransi,
Namun akhirnya sepatah kata itulah yang akan menjerumuskan kita ke dalam jurang JAHANNAM. Na’udzubillah Min Dzalik!..

———-!!

Kalau masalah TOLERANSI, ISLAM LAH satu-satunya agama yang paling TINGGI mengajarkan Toleransinya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
(Qs Al-Mumtahan 60-8)
“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَن تَوَلَّوْهُمْ وَمَن يَتَوَلَّهُمْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُو
(Qs Al-Mumtahan 60-9)
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

———-!!
Nah,betapa Adil dan Toleransinya ajaran Islam ,ini bukan???

Namun ingat!
Toleransi jangan sampai kebablasan!
Toleransi itu cukup dengan tidak mengganggu mereka beribadah atau merayakan perayaan-perayaan agama mereka,janganlah kita melibatkan diri dalam memeriahkan atau mengakui Prinsip-prinsip agama mereka.

Toleransi Islam itu sangat TINGGI!
Coba kita lihat dimana orang-orang Islam yang tinggal diNegara-Negara Non Islam.
Lihat , seperti apa mereka memperlakukan saudara-saudari kita disana.
Seperti diNegara China: Jangankan merayakan Perayaan-perayaan dalam agama Islam,PUASA Ramadhan saja DILARANG!
Begitupun memakai Hijab/Jilbab !

ParanciS: sama saja!
Jangankan merayakan Perayaan-perayaan dalam agama Islam,memakai Hijab/Jilbab saja kaum Muslimah disana DiLARANG!

DiAustralia pun begitu!
DiBelanda bahkan lebih Kejam lagi!
Al-Quran saja dilarang membaca atau memilikinya.
Nabi Muhammad SAW mereka olok-olok dengan membuat Film atau karikatur yang ditujukan pada Rasulullah SAW.
Bahkan banyak dan sangat Banyak para Pastor-pastor Kristen yang terang2an berani membakar Al-Qur’an.
Itulah bentuk Toleransi mereka terhadap umat Islam bila dalam keadaan Minoritas!
Dan seperti itulah perlakuan mereka kepada agama Islam bila mereka ( kafir ) berada dalam Mayoritas!

Tapi kita JANGAN meniru-niru bentuk kejahiliyahan mereka.
Karena agama kita adalah agama yang Rahmatan lil alamin.

Islam menghormati agama lain,namun semua itu tetap harus ada batasanya dan tidak boleh berlebih-lebihan yang hingga akan menjerumuskan kita dalam Kemusyrikan tanpa sadar(Pluralisme).

Kita berbeda dengan mereka!
Inilah perbedaan agama Islam dengan kaum kafir tsb.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيراً وَنَذِيراً وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
(Qs Saba 34:27)
Dan Kami tidak mengutus kamu(Muhammad), melainkan kepada umat MANUSIA SELURUHNYA sebagai PEMBAWA BERITA GEMBIRA dan sebagai PEMBERI PERINGATAN, TETAPI KEBANYAKAN manusia
TIADA mengetahui.

لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْدمِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِن بِاللّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىَ لاَ انفِصَامَ لَهَا وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
(Qs Al-Baqarah 2:256)
Tiada paksaan dalam memasuki agama(islam).SUNGGUH JALAN YANG BENAR TELAH NYATA DIBEDAKAN DENGAN YANG SALAH. Oleh karena itu, barangsiapa menolak sembahan yang palsu (taghut) dan beriman kepada Allah, maka ia telah berpegang pada simpul tali yang paling kuat, yang tak akan pernah putus; dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلاَمَ اللّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّ يَعْلَمُونَ
(Qs At-Tauba 9:6)
“Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah,KEMUDIAN ANTARKANLAH IA KE TEMPAT YANG AMAN BAGINYA. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.

———!!

Namun Seperti biasa, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) PBNU Prof. DR.KH.Said Agil Siradj kembali mengundang masalah. Kali ini ia mengatakan, ucapan selamat NATAL boleh saja disampaikan kepada umat Kristiani demi kerukunan umat beragama. Ia mengatakan, dirinya selalu mengucapkan NATAL kepada tetangganya yang umat Kristen Katolik dan Kristen Protestan. Seolah ia tidak memperdulikan hal-hal yang membahayakan AQIDAH umat Islam.

Bahkan Aqil Siradj berani menjamin dan memastikan warga NU imannya tidak akan luntur. Hal itu dikatakan saat wawancara dengan Harian Rakyat Merdeka, Jumat 21 Desember 2012. Saat ditanya Kalau di NU bagaimana? Ia menjawab: “Kalau saya yakin umat Islam, terutama warga NU tidak luntur imannya kepada Allah walaupun mengucapkan selamat NATAL. Saya pastikan akidahnya tidak akan bergeser dan berkurang atau luntur imannya kepada Allah. Maka menurut saya, tidak perlu dilarang seperti itu”…
———//

Rupanya Prof.DR.KH.Said Agil Siradj ini tidak memahami dengan benar makna NATAL, padahal peringatan hari NATAL adalah Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan. Bahkan yang lebih hebat, Profesor ini bisa memastikan akidah warga NU tidak akan bergeser. Padahal Rasulullah SAW selalu mengingatkan kepada umatnya untuk menjaga KEIMANAN. Beliau SAW tidak menjamin keimanan para sahabat walaupun Beliau SAW memuji akan keimanan para sahabat. Ternyata Profesor ini lebih hebat dan berani menjamin keimanan warga NU.

——–!!

Perayaan NATAL atau Hari Lahir Yesus / Nabi Isa As pada tanggal 25 Desember adalah sebuah kebodohan yang Besar yang bahkan bisa dikategorikan PENIPUAN kepada Milyaran manusia(umat Kristen dunia) baik yang sudah mati maupun yang masih hidup yang bahwa tagal 25 Desember tsb adalah hari kelahiranya Yesus Kristus atau Nabi Isa As.

Berikut ini adalah DATA INJIL/BIBEL tentang Kelahiran Yesus atau Nabi Isa as.
———-!!

—————!!▬▬۞ —————!!
A. Lukas 2:4–8.
Ayat-ayat ini menginformasikan bahwa Sayyidatuna Maryam as saat hamil tua bermusafir ke Yerusalem, setibanya disana ia tidak mendapatkan penginapan karena semuanya sudah penuh terisi, sehingga ia melahirkan di palungan (tempat jerami),dimana pada saat itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu MALAM.
(((( MUSTAHIL Musim Salju / 25 Des kan? ))))

—————!!▬▬۞ —————!!

Lalu dalam Lukas 2:41-42 ada keterangan bahwa setiap tahun Orang tua Yesus/ Nabi Isa As datang mengunjungi Yerusalem di Hari Raya Paskah yaitu Hari Raya TAHUNAN Bani Israil yang jatuh pada awal musim gugur. Itulah sebabnya, walau hamil tua Sayyidatuna Maryam as tetap musafir karena pentingnya Hari Raya tersebut, dan itu pula sebabnya semua PENGINAPAN PENUH karena di Hari Raya tersebut semua Bani Israil mendatangi Yerusalem.
—————!!▬▬۞ —————!!

POINT!

—————!!▬▬۞ —————!!—————!!▬▬۞ —————!!
Artinya, menurut DATA INJIL/BIBEL bahwa Yesus/ Nabi Isa As lahir di awal musim gugur, dan itu tentu BUKAN bulan Desember melainkan awal Sepetember.!
Jadi perayaan Natal pada tanggal 25 Desember adalah sebuah PENIPUAN/FIKTIF GEREJA kepada Milyaran jemaat Kristen!
—————!!▬▬۞ —————!!—————!!▬▬۞ —————!!

lanjut!

B. Lukas 2:8–11.
Ayat-ayat ini menginformasikan bahwa di MALAM kelahiran Yesus/ Nabi Isa As, di sekitar Yerusalem para gembala sedang menjaga kawanan ternaknya di padang terbuka. Dan dalam Ezra 10 : 9 – 13 serta Kidung Agung (nyanyian Solomon) 2:9–11, ada keterangan bahwa di musim hujan / dingin semua ternak disimpan dalam kandang dan semua manusia berada di rumah, tidak keluar tanpa keperluan yang mendesak, karena mereka tidak sanggup menahan DINGIN di luar rumah.
—————!!▬▬۞ —————!!

Dengan demikian, DATA INJIL/BIBEL ini pun menunjukkan bahwa saat Yesus/ Nabi Isa As dilahirkan BUKAN pada bulan Desember yang pada bulan ini musim hujan / dingin turun, karena manusia dan ternak masih sanggup di padang terbuka pada malam hari. Artinya, Yesus/ Nabi Isa As tidak dilahirkan pada bulan Desember, karena Desember di Yerusalem musim HUJAN dan hawanya sangat DINGIN, sehingga tidak mungkin ada rombongan gembala pada malam hari menjaga kawanan ternak di padang terbuka.
—————!!▬▬۞ —————!!

C. I Tawarikh (Chronicle) 24:10 dan Lukas 1 : 5 – 38
Ayat-ayat ini menginformasikan bahwa Nabi Zakaria As dan rombongannya dalam kelompok Abia mendapat tugas menjaga Rumah Tuhan pada giliran ke delapan, dan itu menurut Kalender Hebrew jatuh pada tanggal 27 Iyar – 5 Sivan, atau bertepatan dengan tanggal 1–8 Juni (Awal Juni). Lalu ketika tugas itulah Nabi Zakaria As mendapat wahyu tentang kehamilan istrinya yang kelak akan melahirkan Nabi Yahya As. Artinya, 9 bulan setelah tugas itu menurut masa kehamilan normal maka Nabi Yahya As dilahirkan, yaitu awal Maret. Kemudian diinformasikan bahwa usia Nabi Isa As 6 bulan lebih muda daripada Nabi Yahya As.
—————!!▬▬۞ —————!!
Artinya, jika Nabi Yahya As dilahirkan awal Maret maka Nabi Isa As dilahirkan 6 bulan sesudahnya, yaitu Awal September.

Dengan demikian DATA BIBEL di atas juga menginformasikan bahwa Yesus/ Nabi Isa As TIDAK dilahirkan pada bulan Desember.
—————!!▬▬۞ —————!!
Jadi perayaan Natal pada tanggal 25 Desember adalah sebuah PENIPUAN/FIKTIF GEREJA kepada Milyaran jemaat Kristen!
—————!!▬▬۞ —————!!—————!!▬▬۞ —————!!

Seorang Pastur dari Gereja Wolrdwide Church of God di Amerika Serikat, Herbert W. Armstrong (1892-1986), dalam bukunya yang berjudul The Plain Truth About Christmas mengakui dengan menyatakan bahwa Nabi ‘Isa as tidak dilahirkan bulan Desember, dan Perayaan Hari Raya Natal bukan ajaran asli gereja, melainkan bersumber dari ajaran paganisme (penyembah berhala) yang sejak lama, jauh sebelum kelahiran Nabi ‘Isa as, telah merayakan Hari Kelahiran Dewa Mithra sebagai Dewa Matahari mereka pada tanggal 25 Desember..

Pendapat Pastur Herbert tersebut sejalan dengan keterangan dalam Encyclopedia Britannica dan Encyclopedia Americana. Kedua Literatur tersebut mendefinisikan Natal sama seperti pernyataan Pastur Herbert di atas.
Jadi perayaan NATAL yang dianggap oleh umat Kristen itu adalah MITOS belaka yang mereka tiru dari orang-orang kafir penyembah berhala sebelum mereka.

@_@
Maka apakah kita akan menjatuhkan diri juga dalam kemusyrikan seperti orang-orang kafir itu???
JADI ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡ ↡
Gambar

Ingatlah wahai saudara-saudariku yang belum tahu,ketahuilah bahwa mengucapkan SELAMAT NATAL kepada orang kafir itu hukumnya HARAM!, sebab berarti merestui dan mengakui kelahiran Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan, ASTAGHFIRULLAH!..

Dalam sebuah hadits riwayat Al-Hafizh al-Baihaqi dari sahabat ‘Abdullah ibn ‘Abbas bahwa segolongan kaum Yahudi datang kepada Rasulullah. Mereka berkata: “Wahai Muhammad, beritahukan kepada kami sifat Tuhanmu yang engkau sembah!”.

Mereka bertanya bukan karena ingin mengetahui hal sebenarnya atau ingin memperoleh petunjuk, tapi hanya sekedar ingin mengingkari lalu mengolok-oloknya. Kemudian turunlah Qs Al-Ikhlas ayat 1 hingga ayat 4.  Rasulullah  bersabda: “Inilah sifat Tuhanku”.

Allah subhanahu wa ta”ala berfirman dalam surah Al-Ikhlas:

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
(Qs Al-ikhlas 112:1)
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

للَّهُ الصَّمَدُ
(Qs Al-ikhlas 112:2)
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
(Qs Al-ikhlas 112:3)
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ
(Qs Al-ikhlas 112:4)
dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.

صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيْمِ
Maha benar Allah,dengan segala firmanNya.
♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡

Nah!
Surah Al-Ikhlas diatas adalah JAWABAN bagi Manusia” yang mempertanyakan Sifat” Allah dan bantahan juga terhadap TUDUHAN bahwa Allah itu mempunyai ANAK, serta sekaligus bantahan terhadap doktrin konyol trinitas (tuduhan Allah yg terdiri dari 3 oknum ) yang diyakini oleh orang-orang Kristen.
Na”udzubillahi mindzalik.
▬▬۞♡

Surat Al-Ikhlas ini turun sebagai jawaban atas pertanyaan orang-orang Yahudi tersebut. Meskipun hanya terdiri dari empat ayat yang pendek namun mengandung makna yang sangat luas dan mendalam dalam ketauhidan Allah.

—————!!▬▬۞♡

Ayat pertama merupakan ikrar dan penegasan bahwa tidak ada sekutu bagi Allah.
Artinya tidak ada keserupaan bagi-Nya. Dia Maha Esa pada Dzat-Nya.

Makna “Dzat Allah” artinya “hakikat Allah”. Makna “Dzat” di sini bukan dalam pengertian bentuk atau benda. Pengertian bahwa Dzat Allah  Esa ialah bahwa Dzat Allah tidak menyerupai dzat-dzat makhluk-Nya. Karena Dzat Allah azali; ada tanpa permulaan, sedangkan dzat-dzat selain-Nya baharu; memiliki permulaan, yaitu ada dari tidak ada yang Allah CIPTAKAN.

——–!!—————!!▬▬۞♡

Ayat kedua dari surat Qs Al-Ikhas di atas mengandung makna bahwa Allah Maha Kuasa atas seluruh alam ini.

Dia tidak membutuhkan kepada sesuatu apapun dari makhluk-Nya. Sebaliknya, seluruh makhluk-Nya selalu membutuhkan kepada-Nya. Allah  tidak mengambil manfaat sedikitpun dari perbuatan-perbuatan makhluk-Nya, dan mereka sedikitpun tidak dapat mencelakakan-Nya atau membuat madharat terhadap-Nya. Seandainya seluruh makhluk ini ta’at kepada Allah, maka hal tersebut tidak akan menambah kekuasaan-Nya dan kemuliaan-Nya sedikitpun.

Demikian pula bila seluruh makhluk berbuat maksiat kepada-Nya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan dan keagungan Allah sedikitpun.

Allah menciptakan para Malaikat bukan untuk mendapatkan bantuan dari mereka. Demikian pula Ia menciptakan ‘arsy bukan untuk menjadikan tempat bagi Dzat-Nya,tetapi untuk menampakkan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya.

—————!!▬▬۞♡

Ayat ketiga dari Qs Al-Ikhlash memberikan penjelasan dalam penafian, peniadaan dan pengingkaran terhadap keyakinan yang menyebutkan bahwa Allah sebagai benda (Jism).
Juga bantahan terhadap keyakinan bahwa Allah mempunyai bagian-bagian yang terpisah-pisah dari-Nya. Sekaligus, penjelasan dalam menafikan bahwa Allah sebagai bagian dari sesuatu yang lain.
 
Dalam ayat ke tiga ini secara jelas dinyatakan bahwa Allah  bukan sebagai “asal” atau “bahan” (Walid) bagi sesuatu, dan juga bukan “cabang” (Walad) dari sesuatu yang lain.
((((((((((((Ayat ini berisi bantahan terhadap doktrin trinitas yang diyakini orang-orang Kristen tsb seperti perayaan Natal(kelahiran anak Tuhan yang kemudian juga mereka anggap sebagai Tuhan)))))))))))

Trinitas adalah=Doktrin yang menyatakan ada tiga unsur ketuhanan yang kesemuanya kembali pada unsur yang tunggal.

Dalam ayat ke tiga ini juga merupakan(((((((( bantahan terhadap keyakinan atau doktrin orang-orang Majusi)))))) yang menyatakan bahwa tuhan ada dua, yaitu tuhan kebaikan dan tuhan keburukan.

Mahasuci Allah dari apa yang mereka sangkakan.

Asy-Syekh ‘Abd al-Ghani an-Nabulsi berkata:
 
إنَّ اللهَ لاَ يَحُلُّ فِي شَيءٍ وَلاَ يَنْحَلُّ مِنْهُ شَيءٌ وَلاَ يَحُلُّ فِيْهِ شَيءٌ لَيْسَ كَمِثلِهِ شَيءٌ
“Sesungguhnya Allah  tidak bertempat atau menyatu pada sesuatu apapun, dan tidak berpisah dari-Nya sesuatu apapun, serta tidak menyatu dengan-Nya sesuatu apapun. Dia tidak menyerupai segala sesuatu apapun dari makhluk-Nya”.
 
Al-Imam Muhyiddin Ibn al-‘Arabi berkata:
 
مَنْ قَالَ بِالحُلُولِ فَدِيْنُهُ مَعْلُولٌ وَمَا قَالَ بالاتّحَادِ إلاَّ أهْلُ الالْحَاد (ذكَرهُ أبُو الهُدَى الصَّيَّادي فِي رسَالتِهِ
“Barangsiapa berkata (berkeyakinan) Hulul maka agamanya cacat. Dan tidak menyatakan Ittihad (Wahdah al-Wujud) kecuali golongan yang menyimpang (dari Islam)”. (Dituturkan oleh Abu al-Huda al-Shayyadi dalam Risalah-nya)
 

Di antara Imam terkemuka di kalangan Ahlussunnah, al-Imam Ahmad ibn Hanbal, dan al-Imam Dzu al-Nun al-Mishri yang seorang sufi kenamaan, juga salah seorang murid terkemuka al-Imam Malik ibn Anas, berkata:

مَهْمَا تَصَوَّرْتَ بِبَالِكَ فَاللهُ بِخِلاَفِ ذلِكَ (رَوَاهُ عن الامَام أحْمَد أبُو الفَضْل التَّمِيْميّ فِي اعتقاد الامام المُبَجَّل أحمَد بن حَنْبَل وَرَواهُ عنْ ذَي النُّون المِصْريّ الخَطيبُ البَغْدَاديّ في تَاريْخ بَغْدَاد)
“Apapun yang terlintas dalam benakmu tentang Allah, maka Allah  tidak seperti demikian itu”. (Dikutip dari al-Imam Ahmad ibn Hanbal oleh Abu al-Fadl al-Tamimi dalam kitab I’tiqad al-Imam al-Mubajjal Ahmad ibn Hanbal. Dan diriwayatkan dari al-Imam Dzu al-Nun al-Mishri oleh al-Hafizh al-Khatib al-Baghdadi dalam kitab Tarikh Baghdad)

——————————-!!▬▬
Mengenali sejarah NATAL.

“Secara Terminologi, dalam Ensiklopedi Americana dan Britanica bahwa NATAL itu artinya Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan yang mati disalib orang-orang Yahudi. Jadi, SELAMAT NATAL berarti Selamat Hari Lahir Yesus Kristus sebagai Anak Tuhan. Apa itu tidak melunturkan iman???

Karenanya, HARAM umat Islam ucapkan SELAMAT NATAL. Jika ada siapa pun ucapkan SELAMAT NATAL kepada umat Islam, jawab saja yang tegas: “LAM YALID WA LAM YUULAD((((( Dia ( Allah ) tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
)))))”,

Dan juga katakan : LAKUM DINUKUM WALIYADiN.” ( Bagimu agamamu dan bagiku agamaku ).

———!!

Mengucapkan SELAMAT NATAL atau ikut berpatisipasi dalam perayaanya adalah termasuk meniru-niru dan mengakui ke PENYEKUTUAN orang-orang kafir tsb terhadap KeMaha Esaan Allah subhanahu wa ta”ala.

Ingatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh).

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
”Barangsiapa yang meniru suatu kaum maka dia termasuk dari mereka.” (HR. Abu Daud yang dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini terjadi dalam hal pakaian, penampilan dan kebiasaan termasuk perayaan orang-orang kafir. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’).

Dan sejak dulu pula Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani.

Kaum muslimin akan tanpa sadar mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ » . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ « وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ »

“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“

Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ . قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

“Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?”

An Nawawi -rahimahullah- ketika menjelaskan hadits di atas menjelaskan, “Yang dimaksud dengan syibr (sejengkal) dan dziro’ (hasta) serta lubang dhob (lubang hewan tanah yang penuh lika-liku), adalah permisalan bahwa tingkah laku kaum muslimin sangat mirip sekali dengan tingkah Yahudi dan Nashrani. Yaitu kaum muslimin mencocoki mereka dalam kemaksiatan dan berbagai penyimpangan, bukan dalam hal kekufuran. Perkataan beliau ini adalah suatu mukjizat bagi beliau karena apa yang beliau katakan telah terjadi saat-saat ini.”

Semoga kita bukanlah termasuk dalam golongan-golongan ummatnya yang dikhawatirkan Nabi Muhammad SAW,tsb.
Amin.
————!!

Maka Oleh karena itu, seorang muslim wajib bersikap tegas dan jelas kepada mereka yang menuduh Allah punya anak. Mana mungkin seorang muslim sejati akan ikut serta merayakan, mengucapkan selamat atas perayaan NATAL yang jelas-jelas menyekutukan Allah?

Ingat! merayakan Hari NATAL bukan bentuk toleransi antar umat beragama, tapi bentuk pencampur-adukkan aqidah antara HAQ dengan BATHIL dan menjerumuskan kalangan awam dari umat Islam yang kebanyakan lemah iman dan hal itu tidak akan menyuburkan keharmonisan hubungan antar Islam dengan Nashrani, tapi akan menyuburkan PENDANGKALAN AQIDAH yang bisa mengantarkan kepada PEMUSYRIKAN/pemurtadan.
Astagfirullah aladzim.

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَـكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِيناً
(Qs An-nisaa 4:157)
dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa.

بَل رَّفَعَهُ اللّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللّهُ عَزِيزاً حَكِيماً
(Qs An-nisaa 4:158)
Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Didalam ayat 157 diatas dijelaskan bahwa: yg disalib itu bukan nabi ISA AS/Yesus.!
Tetapi yg disalib itu adalah org yg diserupakan wajahnya dg Nabi isa AS..
Sedangkan nabi isa sendiri telah DISELAMATKAN oleh Allah SWT dengan mengangkatnya kepadaNya.

SURAH AL-KAFIRUN(“PENYANGKAL KEBENARAN”)!

Surah ini mengenai sebuah peristiwa ketika
beberapa orang kafir berusaha mengadakan
dialog dengan Nabi dalam rangka menjatuhkan beliau agar kaum muslim kembali ke kebiasaan lamanya menyembah berhala. Mereka mengusulkan untuk menyembah Allah selama satu tahun, mengikuti ajaran Nabi, dan tahun berikutnya mereka semua, termasuk Nabi dan kaum muslim, menyembah berhala-berhala tradisional mereka. Dengan demikian mereka akan berganti-ganti praktik ibadat sampai salah satu cara terbukti benar pada salah satu pihak.

Maka, menurut jalan pikiran kaum kafir, jika
ajaran Nabi benar, mereka akan memperoleh keuntungan dari mengikuti ajaran Nabi; tapi, jika praktik kaum kafir benar, maka mereka dan kaum muslim akan mendapat keuntungan dari menyembah berhala-berhala.

Surah ini mempakan jawaban dari mereka yang percaya dan beriman kepada mereka yang tidak beriman.

أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
(Qs Al-Kafirun 109:1)
Katakanlah: “Hai orang-orang kafir.
(Orang-orang yang menyangkal kebenaran)

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
(Qs Al-Kafirun 109:1)
Aku tidak menyembah apa yang kamu
sembah,

Ini adalah ungkapan penegasan dari orang
beriman, yang percaya bahwa ia akan menerima dan merasakan rahmat dari Pencipta Yang Mahaesa. Oleh karena itu ia memberitahu orang kafir, ‘Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah.’

Orang yang beriman menyembah langsung
Kepada Sang Pencipta,tanpa melalui berhala-berhala seperti kaum kafir yang menyembah berhala-berhala.

وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
(Qs Al-Kafirun 109:3)
Dan kamu tidak menyembah apa yang
aku sembah.

Dengan kata lain: mereka tidak punya jalan
menuju sumber yang orang-orang beriman sembah yaitu Allah subhanahu wa ta’ala, karena mereka tidak menyembah Dzat yang mahahalus yang memancarkan semua Sifat-sifat keagunganNya.
Dan maka karena kekafiran mereka itu maka Allah tidak memberi mereka Petunjuk,kecuali bagi mereka yang dikehendaki Allah saja.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surah As-Saff ayat 7:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الْإِسْلَامِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
(Qs As-Saff 61:7)
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.

———!!

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ
(Qs Al-Kafirun 109:4)
Dan aku tidak akan menyembah apa
yang kamu sembah,

Maknanya: orang-orang beriman Tidak pernah akan menyembah apa
yang orang kafir sembah!
Tak ikut-ikutan pengagungan kepada Tuhan selain Allah yang mereka sembah!

وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
(Qs Al-Kafirun 109:5)
Dan kamu pun tidak akan menyembah
apa yang akn sembah.

Di masa akan datang, mereka (orang-orang kafir) pun tidak akan pernah menyembah kebenaran yang orang-orang beriman sembah. Ini merupakan ramalan yang
menunjukkan bahwa orang-orang yang dalam kekufuran akan tetap dalam kekufuran.
Kecuali orang-orang kafir yang yang bertaubat karena telah diberi hidayah oleh Allah subhanahu wa ta’ala bagi orang-orang yang dikehendakiNya.

Ada orang yang telah diciptakan sebagai bahan bakar neraka,sebagaimana berulang kali dikatakan dalam Al-Qur’an, dan fakta ini tidak dapat diubah. Mereka akan tetap begitu meskipun kita meminta agar mereka tidak melakukan itu, meskipun segala upaya dilakukan untuk menarik mereka ke dalam cahaya dinul Islam ( agama Islam).

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
(Qs Al-Kafirun 109:6)
Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

Untukmu agamamu dan untukku agamaku!
Orang-orang yang beriman berada dalam
ketenangan hati yang sempuma dan orang yang tahu bahwa segala sesuatu berada dalam genggaman Allah menyimpulkan, ‘mereka mempunyai jalan sendiri, dan orang-orang beriman juga mempunyai jalan sendiri,jalan yang mereka pilih untuk diri mereka sendiri.

Dan bagi orang-orang yang beriman ayat ini adalah ayat toleransi untuk berinteraksi dengan orang-orang penganut agama lain.

Kemudian orang-orang yang beriman dan
berkeyakinan teguh bergandengan tangan
mengikuti tuntunan yang telah disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW.orang-orang yang beriman tidak diterangi dari luar; penerangan mereka berasal dari dalam.
Mereka berjalan sepanjang pantai lautan cahaya,dan pantai ini ADA BATAS-BATASNYA. Inilah jalan orang mukmin, jalan keyakinan yang SEMPURNA.

Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”
Jadi soal AQIDAH agama tidak boleh dicampur adukan.

——-!!

Jadi mari kita jaga toleransi dengan tidak menyimpang dari AQIDAH….
Kita hormati mereka hanya dalam sebatas Hablum Minannas.

Semoga kita termasuk Ahl al-Ma’rifah dan mengimani Allah dengan seteguh-teguhnya keimanan seperti yang telah digariskan Rasulullah dan para sahabatnya. Amin-amin ya Rabbal alamin.

———!!
وَ لسَـــــــلاَمُ عَلَيــْــكُم وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكـَـاتُهُ

———!!———!!
———!!

إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
(Qs Az-Zumar 39:7)
Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لاَ تَغْلُواْ فِي دِينِكُمْ وَلاَ تَقُولُواْ عَلَى اللّهِ إِلاَّ الْحَقِّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرُسُلِهِ وَلاَ تَقُولُواْ ثَلاَثَةٌ انتَهُواْ خَيْراً لَّكُمْ إِنَّمَا اللّهُ إِلَـهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَن يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَات وَمَا فِي الأَرْضِ وَكَفَى بِاللّهِ وَكِيلاً
(Qs An-Nisaa 4:171)
Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : “(Tuhan itu) tiga”, BERHENTILAH (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللّهِ وَقَالَتْ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِؤُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
(Qs At-Taubah 9:31)
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ آمِنُواْ بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقاً لِّمَا مَعَكُم مِّن قَبْلِ أَن نَّطْمِسَ وُجُوهاً فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ وَكَانَ أَمْرُ اللّهِ مَفْعُولاً
(Qs Al-Israa 4:47)
Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur’an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat ma’siat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً
(Qs Al-Israa 4:48)
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

أَمَّا الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَيَزيدُهُم مِّن فَضْلِهِ وَأَمَّا الَّذِينَ اسْتَنكَفُواْ وَاسْتَكْبَرُواْ فَيُعَذِّبُهُمْ عَذَاباً أَلُيماً وَلاَ يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ اللّهِ وَلِيّاً وَلاَ نَصِيراً
(Qs An-Nisaa 4:173)
Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang PEDIH, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
(Qs Al-a’raf 7:179)
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai
MATA (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai TELiNGA (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai BINATANG TERNAK, BAHKAN MEREKA LEBiH SESAT
LAGi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.