Pentingnya membaca Al-Qur'an setiap hari! Ayo kita GEMARKAN membaca Al-Qur'an.—(*

Gambar

Membaca Al-Qur’an setiap hari sangat perlu untuk dilakukan,karena ini adalah perintah Allah subhanahu wa ta’ala.
Dan Memperbanyak membaca Al-Qur’an sangat dianjurkan bagi seluruh umat Islam.

Mengapa Kita Harus Membaca Al-Quran Setiap Hari???

Karena dengan membaca Al-Qur’an setiap hari,maka Allah akan membersihkan hati kita dari kekotoran-kekotoran jiwa.
Orang-orang yang rajin dan GEMAR membaca Al-Qur’an,maka penyakit-penyakit dihatinya akan hilang.
Penyakit-penyakit hati tsb antara lain: kufur,lalai,Sombong,Iri,dengki,pelit,kurang peduli terhadap diri sendiri maupun orang lain,dlsb.
Maka dengan membaca Al-Qur’an setiap hari,maka penyakit-penyakit hati tsb perlahan-lahan akan lenyap dan menghilang dari hati dan jiwa kita.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الْقُلُوْبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيْدُ فَقِيْلَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا جَلاَؤُهَا؟ فَقَالَ : تِلاَوَةُ الْقُرْآنِ وَذِكْرُ الْمَوْتِ (رواه البيهقي)

“Sesungguhnya hati-hati bisa berkarat sebagaimana besi.” Maka ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apa penghilangnya?” Rasulullah menjawab, “Membaca Al-Qur’an dan mengingat mati.” (HR al-Baihaqi).
———————————!!

InsyaAllah,semoga kita diberi kemudahan dalam melaksanakanya.
Amin.

Gambar

Dan untuk lebih rincinya dapat kita pelajari pada kisah dan uraian-uraian berikut ini,semoga menjadi pelajaran dan penyemangat kesadaran betapa pentingnya membaca Al-Qur’an bagi kita semua.

——–!!

Dalam sebuah kisah,SEORANG Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yg masih muda.

Setiap pagi Kakek itu bangun lebih awal dan membaca Qur’an di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu nya bertanya, ” Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’an seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku.
Apa sih kebaikan dari membaca Qur’an?

Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di dasar keranjang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, ” Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakeknya itu, tetapi semua air yang dibawanya habis menetes sebelum ia tiba di depan rumahnya.

Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi.
Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi tsb, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.

Sang kakek berkata, ” Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang batubara itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup,” maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu.

Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, “Lihat Kek, percuma!”

“Jadi kamu pikir percuma?” Jawab kakek.

Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.”

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara tua yang kotor, kini telah berubah menjadi Keranjang batubara yang BERSIH baik luar maupun dalamnya.

“Cucuku,” ujar sang kakek kemudian, “hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al-Qur’an dan melakukanya setiap hari. Walaupun Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi dan lagi, kamu akan berubah, luar dalam. Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita.”
Subhanallah.

———-!!
Jadi,masihkah kita pada enggan membaca dan memahami Al-Qur’an???

Ketahuilah bagi yang belum tahu,bahwa Dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an maka kita akan memperoleh keutamaan dan pahalanya. Sebab, Al-Qur’an adalah sebaik-baiknya kitab, yang diturunkan kepada rasul yang mulia untuk umat yang terbaik(mu’min).

Gambar

Bagi setiap muslim, Al-Qur’an diturunkan untuk dibaca dan dijadikan pedoman hidup,direnungkan, dan juga harus dipahami maknanya, dipatuhi perintah-perintah dan larangan-larangaNya yang tertulis didalam Al-Qur’an,dan Kemudian mengamalkan isinya. Dengan demikian, ia akan menjadi hujjah baginya di hadapan Rabbnya, Sang Pemberi Syafaat baginya pada hari kiamat kelak.

Allah SWT telah menjamin bagi siapa saja yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isi kandungannya(Petunjuk-petunjukNya), maka ia tidak akan tersesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat.

Allah ta’ala berfirman dalam surah Thaha ayat 123 yang artinya:
“maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan tersesat dan tidak akan celaka.”

Maka Oleh sebab itu, janganlah kiranya seorang Muslim memalingkan diri dari membaca kitab Allah. Sebaliknya, seorang Muslim hendaknya selalu merenungkan, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.
Sebab Allah telah mengancam orang-orang yang memalingkan diri dari Al Quran, sebagaimana firman-Nya

Pada ayat selanjutnya juga dijelaskan bahwa: barangsiapa yang berpaling dari ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan pada hari kiamat ia berada dalam keadaan buta”.

مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْراً
(Qs Ta-Ha 20:100)
Barangsiapa berpaling dari pada Al Qur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat,

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
(Qs Ta-Ha 20:124)
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.

Astaghfirullah.
———————-!!

Rasulullah SAW juga telah menjelaskan kepada kita tentang keutamaan Al Quran dan orang-orang yang membaca, menghafal, mentadaburi, dan mengamalkannya. Di antara keutamaan tersebut adalah: Pertama, akan memberikan syafaat pada hari kiamat. Sabda beliau dalam sebuah hadis:            

“Bacalah Al Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya.” (HR Muslim dan Abu Umamah)

Dan juga pada hadits lain diterangakan bahwa barang siapa yang Gemar membaca Al-Qur’an,maka ia(amalan membaca Al-Qur’an) itu akan menjadi pembela kita pada hari kiamat.

Diriwayatkan dari An-Nawwas bin Sam’an bahwa Rasulullah bersabda, “Didatangkan pada hari kiamat Al Quran dan para pembacanya, yang mereka dulu itu mengamalkannya di dunia, dengan didahului oleh Surah Al-Baqarah dan Ali’Imran itulah yang membela pembaca tersebut.” (HR Muslim)

Dan sebaik-baiknya amalan adalah mempelajari dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an dan juga mengajarkanya kepada yang lain.

Diriwayatkan dari Usman bin Affan bahwasannya Rasulullah bersabda,  “Sebaki-baiknya kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.” (HR Al-Bukhari).
     
Membaca, mempelajari, dan mengamalkan isi Al Quran, bernilai sepuluh kebaikan.

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwasannya Rasulullah bersabda, “Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf ; tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. (H.R.At Tirmizi, ia berkata, “Hadis hasan sahih”).

Dan bagi siapa yang Gemar membaca Al-Qur’an,maka bagi mereka diberi kedudukan yang tinggi oleh Allah subhanahu wa ta’ala di akhirat nanti.

Diriwayatkan dari Abdulah bin Amr bin Ash bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Dikatakan kepada pembaca Al Quran, “Bacalah, naiklah dan bacalah dengan tartil, sebagaimana yang telah kamu lakukan di dunia, karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR Abu Dawud dan At-Tirmizi, dengan mengatakan, “Hadis hasan sahih”).

Dan yang perlu kita ketahui, bahwa membaca Al Quran yang berguna bagi pembacanya, yaitu membaca dengan merenungkan dan memahami makna,  perintah-perintah, dan larangan-larangan-Nya.

Artinya, ia adalah sebuah pedoman, dimana jika kita menjumpai ayat yang memerintahkan sesuatu, maka kita mematuhi dan menjalankannya. Dan jika kita menjumpai ayat yang melarang sesuatu, maka kita pun meninggalkan dan menjauhinya. Jika kita menjumpai ayat-ayat tentang rahmat, maka kita memohon dan mengharap kepada Allah atas rahmat-Nya. Jika kita menjumpai azab, maka kita berlindung kepada Allah dan takut akan siksa-Nya.

——————!!

Gambar

——————!!

Pahala Membaca Al-Qur’an.

Membaca Al-Qur’an merupakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala yaitu Iqro’ (bacalah).
Untuk membaca, alat yang digunakan adalah mata,lisan,hati dan penghayatan. Mata kita harus kita gunakan dengan baik diantaranya adalah membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Membaca Al-Qur’an pahalanya luar biasa, mata kita seandainya digunakan untuk membaca Al-Qur’an, di luar bulan Ramadhan saja sangat besar pahalanya. Karena satu huruf Al-Qur’an yang kita baca, nilainya 10 kebaikan yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Sedang alif laam mim, bukan hanya satu huruf tapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf, jadi 3 huruf, maka 30 kebaikan yang diberikan Allah bila kita membacanya.

Dalam hadits, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ، فَإِنَّكُمْ تُؤْجَرُونَ عليه أَمَا إِنِّى لاَ أَقُولُ { ألم } حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ عشر وَلَامٌ عشر وَمِيمٌ عشر فتلك ثَلاثُونَ .( صحيح ) انظر حديث رقم
: 1164 في صحيح الجامع .

Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya kamu sekalian diberi pahala atasnya, adapun aku tidak mengatakan “alif laam miim” itu satu huruf, tetapi alif itu sepuluh, lam itu sepuluh, dan mim itu sepuluh, maka itu 30. (hadits dari Ibnu Mas’ud, Shahih nomor 1164 dalam Shahih al-Jami’).

Membaca Al-Qur’an satu huruf maka ia akan diberikan pahala sepuluh kebaikan oleh Allah.
Subhanallah.

Dan Inilah 5 Keutamaan Membaca Alquran.
————————!!

Al-Qur’anul Karim adalah pedoman hidup bagi seluruh ummat manusia, namun yang mengambil hikmahnya hanyalah orang-orang yang bertakwa, (Qs Al-Baqarah 2:2) -(Qs Al-Israa 17:82)

Begitu banyak hikmah yang kita dapat dari memperbanyak membaca Al-Qur’an.
Diantaranya:

Pertama:
————-!!
Orang-orang yang gemar membaca Al-Qur’an,maka ia akan Mendapatkan pahala yang sangat banyak, di mana satu hurufnya akan diberi balasan dengan sepuluh kebaikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam Sabda Nabi Muhammad SAW,diatas.

Seluruh ayat-ayat Al-Qur’an, menurut sebuah literatur berjumlah 325.015 huruf, yang berarti satu kali khatam Al-Qur’an mendapatkan nilai pahala kebaikan kelipatan sepuluh, yakni 3.250.150 kebaikan.
ما شاء الله
Masya Allah.

Tentu untuk meraih semua kebaikan itu, kita harus berusaha memperbanyak membaca Al-Qur’an.

Kedua:
———–!!
Orang-orang yang gemar membaca Al-Qur’an,maka Allah SWT akan mengangkat derajatnya orang-orang yang selalu membaca Al-Qur’an, mempelajari isi kandungannya dan juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari itu.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan Kitab Al-Qur’an dan Allah merendahkan kaum yang lainnya (yang tidak mau membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an).” (HR Bukhari).

Secara logika dapat dipahami, mengapa orang-orang yang membaca dan mempelajari isi kandungan Al-Qur’an dan berusaha mengamalkannya diangkat derajatnya oleh Allah SWT.
Orang-orang yang membaca Al-Qur’an berarti orang-orang yang selalu dekat dengan Allah, bahkan membaca Al-Qur’an merupakan bercakap-cakap dengan Allah SWT.
Subhanallah.

Ketiga:
———-!!
Orang-orang yang gemar membaca Al-Qur’an,maka ia akan Mendapatkan dan merasakan ketenangan jiwa atau hati yang sangat luar biasa, di mana setiap ayat Al-Qur’an yang kita baca akan mendatangkan ketenangan dan ketentraman bagi para pembacanya,bahkan kita pun bisa mencucurkan air mata karena keagungan ayat-ayatNya dan juga karena takut akan ancaman azabNya bagi yang INGKAR/Kafir.

Sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Isra ayat 82:
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَاراً
(Qs Al-Israa 17:82)
Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

Dalam ayat diatas Allah SWT menjelaskan bahwa:
Al-Qur’an diturunkan Allah SWT untuk menjadi obat,penawar dan Rahmat dari segala macam penyakit kejiwaan.
Sehingga orang-orang yang gemar membaca Al-Qur’an maka jiwanya akan tenang,hatinya merasa tentram dan tentunya juga akan merasakan kenikmatan-kenikmatan iman karena merasakan begitu indahnya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, bahkan orang-orang yang mendengarkan bacaannyapun akan mendapatkan pula ketenangan jiwa tsb.
Subhanallah.

Keempat:
————-!!
Orang-orang yang gemar membaca Al-Qur’an,maka ia akan Mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari Kiamat nanti. Hal ini dijelaskan pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim. “Bacalah Al-Qur’an oleh kamu sekalian, karena bacaan Al-Qur’an yang dibaca ketika hidup di dunia ini, akan menjadi syafaat/penolong bagi para pembacanya di hari Kiamat nanti.”

Amin.

Kelima:
————!!
Orang-orang yang gemar membaca Al-Qur’an,maka ia akan terbebas dari aduan Rasulullah SAW pada hari Kiamat nanti, di mana ada beberapa manusia yang diadukan Rasulullah SAW pada hari Kiamat dihadapan Allah SWT.

Jadi, perbanyaklah membaca Al-Qur’an, luang waktu sisa-sisa kehidupan yang Allah berikan untuk memperdalam ajarannya. Jangan disia-siakan, karena Alquran akan mengantarkan kemudahan kita ketika menghadap Allah SWT (sakaratul maut).

Maka perbanyaklah membaca Al-Qur’an ketika nafas masih menyertai kita dan denyut jantung masih bergerak, karena bacaan Al-Qur’an akan menjadi syafaat/penolong bagi para pembacanya di hari Kiamat nanti, dikala manusia banyak yang sengsara dan menderita.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ
(Qs Al-Ankabut 29:49)
“Sebenarnya, Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat-Kami yang nyata, di dalam dada orang-orang yang DIBERI ILMU. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat-Kami, kecuali orang-orang yang zalim.”

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ
(Qs Fathir 35:29)
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya kamu sekalian diberi pahala atasnya, adapun aku tidak mengatakan “alif laam miim” itu satu huruf, tetapi alif itu sepuluh, lam itu sepuluh, dan mim itu sepuluh, maka itu 30. (hadits dari Ibnu Mas’ud, Shahih nomor 1164 dalam Shahih al-Jami’).

Nah, itu adalah keutamaan membaca Al-Qur’an di bulan pada umumnya. Di bulan biasa saja keutamaannya sudah banyak, apalagi di bulan Ramadhan.maka akan berlipat ganda pula keutamaan-keutamaanya.

Allah subhanahu wa ta’ala membuka pintu pahala sebesar-besarnya bagi hamba-hambanya yang bertakwa. Salah satunya adalah membaca Al-Qur’an atau bahasa Islaminya Tilawah Qur’an .(tilawah itu artinya lebih dalam dari sekedar membaca).

Supaya tilawah tidak sekedar bacaan yang terbaca, namun merasuk dalam hati dan berbekas dalam laku (* tsah *), maka sebelum membaca Al-Qur’an,hendaknya terlebih dahulu kita BERWUDHU,memakai pakaian yang suci dari najis dan kotoran,
Dan Berdoa kepada Allah agar kita dilindungi dari godaan syaitan yang terkutuk!

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
(Qs An-Nahl 16:98)
“Apabila kamu membaca Al Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang TERKUTUK.”

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
(Qs An-Nahl 16:99)
Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.

إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ
(Qs An-Nahl 16:100)
Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah

———————-!!

Berikut ini Lafazh isti’adzah atau at-ta’awwudz yang harus kita baca agar
Kita terlindung dari godaan Syaitan yang terkutuk!

1.
أَعُوْذُ بِاللِه مِنَ الشََّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang TERKUTUK.”

Ada lafazh isti’adzah yang lain, ialah ucapan:

2.

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

(Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk, dari kegilaan dan kesombongannya, serta dari syair-syairnya).

Atau lafazh lain yang semisal dengan lafazh tadi hanya ditambah nama di antara nama-nama sifat Allah:

3.
أَعُوْذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

(Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari godaan syaitan yang terkutuk, dari kegilaan dan kesombongannya, serta dari syair-syairnya).

Dan Setelah itu bacalah ayat-ayat Al-Qur’an itu dengan tenang,hayati,pahami makna-maknanya dan amalkan didalam tingkah laku.
Insya Allah.
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memudahkan kita dalam menjalankan semua itu.
Amin amin ya Rabbal alamin.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ
(Qs Fathir 35:29)
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
(Qs Fathir 35:30)
agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ هُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقاً لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ إِنَّ اللَّهَ بِعِبَادِهِ لَخَبِيرٌ بَصِيرٌ
(Qs Fathir 35:31)
Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur’an) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ
(Qs Fathir 35:32)
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤاً وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ
(Qs Fathir 35:33)
(Bagi mereka) syurga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ
(Qs Fathir 35:34)
Dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.

الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِن فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ
(Qs Fathir 35:35)
Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu”.

Subhanallah.
Begitu besarnya balasan-balasan dan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-hambanya yang gemar membaca Al-Qur’an,menunaikan Shalat(Wajib dan Sunnah),menunaikan zakat,bersedekah,berpuasa dan amalan-amalan ibadah lainya.
——————!!

Nah,masih juga kah kita pada enggan membaca dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an ????????????

Janganlah kita seperti kafir yang menganiaya dirinya sendiri itu.karena kafir itu sangat Keras balasan kekafirannya dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ عَذَابِهَا كَذَلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ
(Qs Fathir 35:36)
Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُم مِّنْ عَذَابِهَا كَذَلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ
(Qs Fathir 35:37)
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan ? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

إِنَّ اللَّهَ عَالِمُ غَيْبِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
(Qs Fathir 35:38)
Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيْمِ
Maha benar Allah,dengan segala firmanNya.
♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡

Nah!
Ayo kita tanamkan KEGEMARKAN membaca Al-Qur’an dengan benar.

Dan Berikut ini ada 10 amalan dalam tilawah atau dalam membaca Al-Qur’an agar kita bisa membaca Al-Qur’an dengan benar dan sempurna.

Kesepuluh amalan tersebut adalah:

1. At-Takhalli.
At-Takhalli adalah: Membersihkan diri dari faktor-faktor penghalang memahami Al-Qur’an.(Takhalli ‘an Mawani’ al-Fahm).

Meninggalkan hal-hal yang dapat menghalangi pemahaman terhadap Al-Qur’an sangat perlu dilakukan. Banyak hal yang dapat menghalangi pemahaman kita dalam meresapi kandungan Al-Qur’an seperti: membaca ayat-ayat Al-Qur’an hanya untuk sekedar membaca, taklid, sombong, dan sering melakukan dosa adalah termasuk hal-hal yang dapat menghalangi kita dalam memahami dan meresapi kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Oleh karena itu,mari sucikan diri dan hati kita terlebih dahulu sebelum kita membaca Al-Qur’an.

Keistimewaan Al-Qur’an salah satunya adalah hanya bisa dibaca dan diresapi oleh hati orang-orang yang suci.
karena memang fitrahnya Al-Qur’an adalah suci dan disucikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ
(Qs Al-Waqi’ah 56:77)
Sesungguhnya Al-Quraan ini adalah bacaan yang sangat mulia,

فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ
(Qs Al-Waqi’ah 56:78)
pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),

لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ
(Qs Al-Waqi’ah 56:79)
tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.

تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ
(Qs Al-Waqi’ah 56:80)
Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin.

أَفَبِهَذَا الْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ
(Qs Al-Waqi’ah 56:81)
Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quraan ini?

Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang disucikan oleh Allah yang maha suci. Dan tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikanNya pula.

Tuntutan persiapan kesucian hati merupakan bentuk penyesuaian dengan Al-Qur’an itu sendiri yang diturunkan dari Dzat Yang Maha Suci yaitu Allah subhanahu wa ta’ala.
Dibawa oleh malaikat yang suci,yaitu malaikat Jibril, dan
Disampaikan kepada hamba-Nya yang suci, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Maka Oleh karena itu, kita pun HARUS berusaha menjadi pecinta Al-Qur’an yang suci dan yang Khusyuk saat membaca ayat-ayatNya.

Karena itu Allah subhanahu wa ta’ala mengecam hamba-hambaNya yang belum dapat khusyuk oleh Al-Qur’an.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
(Qs Al-Hadid 57:16)
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

——-!!

Jadi bisa dijadikan bahan evaluasi nih bagi kita-kita semua, pas baca Al-Qur’an kok feelnya datar-datar saja,kurang khusyuk dan tak ada yang meresap kedalam hati seakan -akan daya kapilaritas hati mendekati titik nadirnya.
Apakah kita belum suci atau mungkin hati kita yang belum suci???
Astagfirullah.
Ampunilah hamba-hambaMu ini ya Allah.
Sucikanlah dan terangkanlah hati kami ya Allah seperti sucinya dan terangnya hati orang-orang yang Engkau Ridhai.
———————————!!

2.At-Tabarri.
At-Tabarri adalah: Melepaskan diri dari daya dan kekuatan pribadi dan memandang dengan sepenuh Ridha dan tazkiyah (hati yang suci).
Maksudnya: Merendah diri kita serendah rendahnya kepada Allah yang Mahasuci dan Mahatinggi. Toh kita memang bukan siapa-siapa,kita hanyalah seorang hambaNya yang Allah ciptakan dari setetes air yang dipancarkan.

Kekuatan yang dikira kita miliki ini toh tidak pernah bersifat absolute.
Misal: kita ngaku-ngaku mampu menjaga diri dari penyakit dan bisa menyembuhkan penyakit orang, NAMUN kena se-zarrah debu saja kita sudah bersin-bersin gak keruan. begitulah kira-kira kekuatan manusia.
Kita-kita ini memang tak ada apa-apanya dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala,melainkan kita ini hanyalah seorang hamba-hambaNya yang sangat bergantung kepada pertolonganNya,rahmatNya dan keridhaanNya.

Maka renungkanlah jika sekiranya ada sepercik kesombongan yang kadang menghampiri diri kita, baik yang tertampakkan maupun tersembunyi.
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala mengampuni segala dosa-dosa kita semua.

3.Tafahum.
Tafahum adalah: Memahami secara mendalam. Diresap-resap maknanya…dipikirkan dan mengambil pelajaran darinya.
Memahami hakikat Kalam Allah (Fahmu `asli Al-Kalam). Langkah ini sangat penting sebagai langkah awal merasakan keagungan Al-Qur’an. Dalam arti, bagaimana mungkin kita akan merasakan betapa mahalnya suatu benda, emas misalnya, jika kita tidak mengetahui nilai dan harga emas tsb. Oleh karena itu Allah mengecam manusia yang tidak berusaha memahami Al-Qur’an.

Di dalam surah Al-a’raf ayat 179 Allah menyebut orang-orang yang tidak berusaha memahami Al-Qur’an tsb sebagai manusia yang buta,tuli,lalai dan juga sesat sebagai ternak,bahkan lebih sesat lagi dari itu.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
(Qs Al-a’raf 7:179)
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai
MATA (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai TELiNGA (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai BINATANG TERNAK, BAHKAN MEREKA LEBiH SESAT
LAGi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

Dan pada surah Al-Jumu’ah ayat 5, disebut sebagai keledai yang tidak akan pernah sadar dengan nilai benda yang dia pikul pada punggungnya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
(Qs Al-Jumu’ah 62:5)
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Astaghfirullah aladzim.
Ampunilah hamba-hambaMu yang masih lalai ini ya Allah.jauhkan kami dari sifat-sifat seperti itu.

Jika dipahami dengan baik hakikat Al-Qur’an sesuai dengan kedudukannya, isinya dan fungsinya, mustahil manusia mampu menjauhi Al-Qur’an; tapi sebaliknya malah ia pasti akan memanfaatkanya dengan sebaik-baiknya.

————!!

4.Mengagungkan Al-Mutakkalim.
Mengagungkan Al-Mutakkalim artinya adalah: Mengagungkan (Yang Berfirman yaitu Allah subhanahu wa ta’ala) akan menghasilkan pengagungan terhadap kalam-Nya.

mengagungkan hal-hal tentang Allah, seperti Asmaul Husna misalnya. Nah, membaca Al-Qur’an sambil memikirkan semua Maha-sifat Allah akan membangkitkan nurani dalam diri kita selama membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Rasa hormat, rasa syukur, berserah diri, gembira, terlindungi, bahkan rasa takut dan linangan air mata akan akan kita rasakan sebagai suatu ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala disaat kita membaca firman-firmanNya.

———!!

5.At-Ta’zhim.
At-Ta’zhim adalah: Merasakan keagungan Al-Qur’an.

Saat membaca Al-Qur’an kita harus Memahami keagungan dan karunia Allah dari firmanNya akan turunnya Al-Qur’an.

Perasaan mengagungkan Al-Qur’an adalah sebagai dampak makrifah seorang hamba kepada Allah sebagai Sang Khaliq dan Penguasa alam semesta. Oleh karena itu mengenal Allah mutlak harus dibangun sebelum berinteraksi dengan Al-Qur’an. Sarananya adalah dengan mengkaji Al-Qur’an, as-Sunnah, dan bertafakkur terhadap alam semesta. Karena kemampuan mengagungkan Al-Mutakallim (Yang Berfirman, Allah) akan menghasilkan pengagungan terhadap kalam-Nya.

Nah pada saat membaca ayat-ayat Al-Qur’an, kita hendaknya jangan sekedar membaca, tapi sembari mengagumi dan mensyukuri Al-Qur’an yang sudah diberikan Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman yang mana Al-Qur’an yang kita pegang sekarang ini berisi petunjuk-petunjuk,khabar gembira,peringatan,hukum-hukumNya dan sekaligus pedoman-pedoman dalam segala aspek kehidupan.

————!!

6.Hudhur Al-Qalb.
Hudhur Al-Qalb artinya: Melibatkan atau menghadirkan kalbu/hati saat bersama/membaca Al-Qur’an.

Melibatkan hati artinya memfokuskan hati hanya untuk Al-Qur’an dan melepaskan segala perasaan lain yang menjadikan hati tersibukkan oleh selain Al-Qur’an seperti urusan dunia. Oleh karena itu generasi terdahulu (salafus shalih) saat membaca Al-Qur’an, jika terasa hambar saat membaca suatu ayat, mereka mengulang-ulangnya sampai hatinya merasakan benar apa yang dipesankan oleh Allah dalam ayat tersebut.

Dengan Adanya kehadiran hati,maka kita akan bisa meninggalkan bisikan-bisikan yang lain yang dapat mengganggu kekhusyukan saat membaca Al-Qur’an.

Memang benar bahwa syaitan itu suka ngetem di pembuluh darah manusia (hadist). 
Dimanapun kita berada, gangguin aja kerjaannya syaitan itu. Makannya tak jarang ketika melakukan ibadah, termasuk membaca Al-Qur’an, pikiran kita dibawanya kemana-mana. Dari mulai mikirin ujian(bagi yang sekolah),mikirin makanan,mikirin apa yang telah kita lakukan tadi dan juga mikirin apa yang akan kita lakukan nanti, terpikir membuat jadwal kerjaan sampai mengingat benda benda yang hilang atau kelupaanpun sering dibisikan syaitan disaat kita beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala..

Semua itu adalah ujian keimanan kita.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala sudah menasehati kita agar kita terhindar dan terlindungi dari bisikan tipu daya syaitan yang terkutuk tsb sebagaimana syaitan itu telah mengeluarkan kedua ibu bapa kita ( Nabi Adam As dan istrinya:Siti Hawa ) dari surga,.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
(QS. An-Nahl 16:98).
“Apabila kamu membaca Al Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang TERKUTUK.”

يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ
(Qs Al-A’raf 7:27)
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً قَالُواْ وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءنَا وَاللّهُ أَمَرَنَا بِهَا قُلْ إِنَّ اللّهَ لاَ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاء أَتَقُولُونَ عَلَى اللّهِ مَا لاَ تَعْلَمُونَ
(Qs Al-A’raf 7:28)
Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya.” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُواْ وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ
(Qs Al-A’raf 7:29)
Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (kata-kanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta’atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)”.

فَرِيقاً هَدَى وَفَرِيقاً حَقَّ عَلَيْهِمُ الضَّلاَلَةُ إِنَّهُمُ اتَّخَذُوا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ اللّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ
(Qs Al-A’raf 7:30)
Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.

Maka oleh sebab itu,
Ayo, hadirkan hati kita sepenuhnya selama membaca Al-Qur’an, dan berusahalah untuk melupakan pikiran-pikiran lain yang bisa merusak konsentrasi kita selama membaca Al-Qur’an.
Insya Allah,kita akan bisa!
—————!!

7.At-Tadabbur.
At-Tadabbur artinya adalah: Merenungi dan menghayati ayat-ayat-Nya

Mentadabburi berarti berupaya memahami pesan-pesan yang terkandung dalam ayat yang sedang kita baca atau kita dengar, sehingga akan terasa luasnya makna dan keagungan satu ayat yang difirmankan oleh Allah. Inilah rahasia mengapa Rasulullah sering mengulang-ulang satu ayat sampai berpuluh-puluh kali, karena saat itu Rasulullah sedang mentadabburi satu ayat dan merasakan luasnya pesan-pesan Al-Qur’an itu.

Mentadabur bacaan Al-Qur’an juga harus disertai dengan tartil.

(* Membaca Al-Qur”an dengan tartil artinya: Membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan menghadirkan hati (al-qira’atu ma’a hudhuri al-qalbi).
Membacanya dengan perlahan-lahan dan tidak tergesa-gesa.

Diantaranya, memperhatikan potongan ayat, permulaan dan kesempurnaan makna, sehingga seorang yang membaca akan berpikir terhadap apa yang sedang ia baca.

Allah Ta’ala berfirman:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلاً
(Qs Al-Muzammil 73:4)
“Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.”

Ibnu Katsir berkata, “Bacalah dengan perlahan-lahan, karena hal itu akan membantu untuk memahami Al-Qur’an dan men-tadabburi-nya. Dengan cara seperti itulah Rasulullah membaca Al-Qur’an. Aisyah berkata, “Beliau membaca Al-Qur’an dengan tartil sehingga seolah-olah menjadi surat yang paling panjang.” Beliau senantiasa memutus-mutus bacaannya ayat demi ayat.

“Ketika Allah memerintahkan dengan qiyamul lail diikuti dengan tartil Al-Qur’an, sehingga memungkinkan orang yang membaca Al-Qur’an dan juga Shalat dengan menghadirkan hati, tafakur terhadap hakikat dan makna ayat.

Ketika sampai pada mengingat Allah, hatinya merasakan keagungan-Nya dan kemuliaan-Nya.

Ketika menyebut janji dan ancaman, dia akan takut dan penuh harap.

Ketika menyebutkan kisah dan perumpamaan, dia mengambil pelajarannya. Maka, hatinya tersinari dengan marifat kepada Allah.

Membaca dengan cepat menunjukkan akan ketidaktahuan maknanya. Disini jelas bahwa maksud dari ‘tartil Al-Qur’an’ adalah menghadirkan hati ketika membacanya”.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membaca Al-Qur’an dengan perlahan-lahan. Keluarnya huruf terucapkan dengan jelas. Tidak melewati ayat rahmat kecuali berhenti dan mohon kepada Allah, dan tiada melewati ayat siksa kecuali berhenti dan minta perlindungan Allah darinya.

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ
(Qs Al-Qiyamah 75:16)
“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat menguasainya.

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ
(Qs Al-Qiyamah 75:17)
Sesungguhnya atas tanggungan Kami lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.

فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ
(Qs Al-Qiyamah 75:18)
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ
(Qs Al-Qiyamah 75:19)
Kemudian, sungguh atas tanggungan Kami penjelasannya.”

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ الْقُلُوْبَ تَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيْدُ فَقِيْلَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا جَلاَؤُهَا؟ فَقَالَ : تِلاَوَةُ الْقُرْآنِ وَذِكْرُ الْمَوْتِ (رواه البيهقي)

“Sesungguhnya hati-hati bisa berkarat sebagaimana besi.” Maka ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apa penghilangnya?” Rasulullah menjawab, “Membaca Al-Qur’an dan mengingat mati.” (HR al-Baihaqi).
———————————!!

Ibnu Hajar berkata, “Sesungguhnya orang yang membaca dengan tartil dan mencermatinya, ibarat orang yang bershadaqah dengan satu permata yang sangat berharga, sedangkan orang yang membca dengan cepat ibarat bershadaqah beberapa permata, namun nilainya sama dengan satu permata. Boleh jadi, satu nilai lebih banyak daripada beberapa nilai atau sebaliknya.”

Maknanya: Sesungguhnya seseorang yang membaca Al-Qur’an dengan tergesa-gesa, maka ia hanya mendapatkan satu tujuan membaca Al-Qur’an saja, yaitu untuk mendapatkan pahala bacaan Al-Qur’an, SEDANGKAN orang yang membaca Al-Qur’an dengan tartil disertai perenungan, maka ia telah mewujudkan semua tujuan membaca Al-Qur’an, sempurna dalam mengambil manfaat Al-Qur’an, serta mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat yang mulia.
——————————-!!

Kalam Allah yang maha agung ini bisa nyampe banget ke hati dan pikiran kita kalau kita ikut merasai makna-maknanya. Dan hal ini akan semakin mudah jika untaian-untaian huruf-huruf Qur’an kita baca dengan tartil.

,” !,., ★
┊   ★ ┊    ★ ┊
┊   ┊ ☆   ☆┊   ★┊
☆┊ ☆ Subhånallahº°˚˚°º=))˚°ºº°˚

┊   ★ ┊ )*   ★ ┊ )*
┊   ┊ ☆   ☆,,,┊   ★┊
☆┊ ☆ º°˚Subhanallah˚°º))* ˚°º
º°˚,,┊ ┊
┊   ★ ┊    ★ ┊┊   ★ ┊

,” !,., ★
┊   ★ ┊    ★ ┊
┊   ┊ ☆   ☆┊   ★┊☆┊
☆ º°˚Subhanallah˚°º))* ˚°ºº°˚,,┊ ┊ ☆┊ ☆ Subhånallahº°˚˚°º=))˚°ºº°˚ ˚ ┊ ┊ ┊   ★ ┊ )*   ★ ┊ )*
┊   ┊ ☆   ☆,,,┊   ★
┊☆┊ ☆ º°˚Subhanallah˚°º))* ˚°º
º°˚,,┊ ┊

Saya sih ngerasa banget bedanya, kalau saya yang lagi baca Al-Qur’an, sama orang lain yang tartil bacaannya dahsyat,seperti adek-adek kita yang diatas itu(semoga Allah subhanahu wa ta’aa merahmati mereka semua) amin Allahuma Amin.

Terasa bedaaaaa jauhhhh resapanya dihati. Feelnya lebih gimana gitu, hati jadi lebih mudah tersentuh,bergetar dan bahkan bisa membuat saya mengucurkan air mata.” meski saya tidak sedang membaca artiannya. Waah, ayo kita semangat belajar Tahsin lagi!🙂
——————–!!

(Tahsin ialah:membaguskan atau memperbaiki bacaan).

Kata Tahsin=Tajwid.
Kata Tahsin semakna dengan tajwid yang bermakna sama yakni: membaguskan bacaan atau membuat jadi bagus.
 
Adapun Tahsin /tajwid Menurut istilah :
Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya beserta memberikan haq dan mustahaqnya.

———————–!!

8.At-Takhshish.
At-Takhshish adalah: Menyadari bahwa diri kita (yang sedang membaca Al-Qur’an) adalah yang ditujukan dalam ayat-ayat Al-Qur’an itu.
(Maka hendaknya selain membaca ayat-ayat Al-Qur’an,HENDAKLAH kita juga belajar untuk mengetahui dan memahami artinya atau terjemahanya dari ayat-ayat Al-Qur’an yang sedang kita baca itu.

Tentang makna Merasakan bahwa pesan ayat yang dibaca dikhususkan untuk dirinya adalah:
“Siapa yang sampai kepadanya ayat-ayat Al-Qur’an, maka mereka merasakan bahwa sesungguhnya Allah sedang menasihatinya.”
“Al-Qur’an itu bagaikan surat yang datang dari Allah.kita harus mentadabburi Al-Qur’an di waktu shalat dan mengkajinya pada waktu luang, serta mengamalkannya dalam ketaatan.” Dengan At-Takhshish setiap kali kita membaca ayat, maka kita harus merasakan bahwa yang dimaksud oleh ayat tersebut adalah diri kita, walaupun ayat tersebut lafazhnya umum, seperti:
“Wahai orang-orang yang beriman,”
“Hai manusia.”
“Hai orang-orang yang berakal.
“Hai orang-orang yang telah diberi ilmu.
“Hai orang-orang yang berselimut(peringatan Allah untuk shalat tahajjud),”
Dlsb.
Maka sejatinya diri kitalah yang dimaksud oleh Allah dalam ayat-ayatNya tsb .

Takhshish (pengkhususan) Artinya: Membuat ketetapan di dalam hati bahwa dialah yang dimaksudkan dari setiap seruan di dalam Al-Qur’an, sehingga dia beralih dari hal yang bersifat umum ke hal yang bersifat khusus. Jika dia membaca atau mendengar suatu perintah atau larangan di dalam Al-Qur’an, maka dia menganggap bahwa dialah yang sedang diperintah dan dilarang yang pertama kalinya. Begitu pula ketika dia membaca atau mendengar janji dengan suatu pahala, ancaman dengan suatu siksaan, maka dia menganggap bahwa dirinya dimaksud dengan kabar gembira atau dialah yang diperingatkan dengan suatu siksaan tsb. Jika dia mendengar atau membaca suatu kisah orang-orang terdahulu dan para nabi beserta kaumnya, maka tidak mungkin dia melibatkan diri dalam kisah itu, tapi dari harus mengambil pelajaran dari kisah itu dan mengambil apa yang bisa diambilnya atau dibutuhkannya, sebagaimana firman-Nya:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُوْلِي الأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثاً يُفْتَرَى وَلَـكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
(Qs Yusuf 12:111)
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”

وَكُـلاًّ نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَاء الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءكَ فِي هَـذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
(Qs Hud 12:120)
Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.

Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

——-!!

Dalam satu riwayat dikisahkan bahwa:
Suatu malam Rasulullah SAW meminta izin kepada istrinya, Aisyah, untuk shalat malam. Dalam shalatnya, beliau menangis. Air matanya mengalir deras. Beliau terus beribadah hingga sahabat Bilal mengumandangkan azan Subuh. Beliau masih menangis saat Bilal datang menemuinya. ”Mengapa Tuan menangis?” tanya Bilal. ”Bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosa Tuan baik yang lalu maupun yang akan datang?”

Nabi menjawab, ”Bagaimana aku tidak menangis, telah diturunkan kepadaku malam tadi ayat ini,

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ
(Qs Al-i’Imran 3:190)
‘Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang BERAKAL.

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
(Qs Al-i’Imran 3:191)
Yaitu orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan berdiri atau duduk atau berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata: Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari
Siksa NERAKA‘.”

Selanjutnya Rasullullah berkata:
“Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini NAMUN tidak MEMIKIRKAN dan MERENUNGKAN kandungan artinya”

Astaghfirullah.
Semoga kita bisa memetik pelajaran dari kisah Rasulullah SAW diatas.

Jadi mari kita jadikan ini sebagai pengingat kita lagi. Anggapannya adalah kita langsung mendengarkan peringatan dan pengajaran dari Allah. Sehingga kita harus dapat terus menjadikannya sebagai evaluasi,pembelajaran dan menipiskan sifat-sifat kufur dan kesombongan yang mungkin hampir berkarat didalam hati karena kejauhan kita dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Astaghfirullahaladzim.

———————!!

9. At-Ta’atsur.
At-Ta’atsur adalah: Mengimbas/mengesankan didalam hati bacaan Al-Qur’an itu,dan berusaha reaktif sesuai dengan kandungan ayatnya.

Seorang pembaca Al-Qur’an harus dapat merasakan perasaan yang berbeda-beda sesuai kandungan ayat yang sedang dibaca.

Misalnya: Ketika ayat yang dibaca, Allah memerintahkan kita untuk beribadah: bersujud atau shalat ,berpuasa,
berzakat,bersedekah,berinfak,beramal saleh lainya dan seterusnya, maka ia harus dapat membuat kita langsung bereaksi, mengikuti kandungan ayat yang kita baca tsb.

————–!!

10.At-Taraqqi.
At-Taraqqi adalah: Berusaha Meningkatkan penghayatan atau berusaha merasakan peningkatan ruhnya untuk lebih dekat bersama Allah.

Meningkatkan penghayatan bilamana itu adalah bacaan dari Allah, kalamullah siaran langsung, bukan sekedar bacaan.

Maka oleh sebab itu,membaca Al-Qur’an juga disebut sebagai bentuk zikir kepada Allah yang terbaik.

Dan selanjutnya,didalam membaca Al-Qur’an,kita juga Tidak boleh merasa diri sebagai manusia yang paling suci (At-Tabarri).

Adalah Abdullah bin Umar bin Khathab ra. ketika membaca ayat-ayat yang menjelaskan sifat manusia yang negatif seperti Zhalumun Kaffar (Surah Ibrahim ayat 34), ia segera banyak beristighfar, “Ya Allah aku mohon ampun kepada-Mu dari kezaliman dan kekufuranku.”

Dalam Surah Ibrahim ayat 34 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
(Qs Ibrahim 14:34)
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni’mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni’mat Allah).

Astaghfirullah.
Maha suci Allah,segala puji bagiNya.

Maka ni’mat Allah yang manakah yang hendak kita dustakan???

Orang sekelas Abdullah bin Umar pun merasakan perasaan tersebut, maka tipe seperti kita seharusnya lebih merasakan seperti ia rasakan. Tidak adanya perasaan tabarri dalam diri kita akan menjadikan kita tidak utuh dalam merasakan sentuhan-sentuhan Al-Qur’an.
——————————!!

Itulah sepuluh kiat agar kita benar-benar menjadi shahib Al-Qur’an. Dengan sepuluh kiat ini insya Allah semua bentuk interaksi dengan Al-Qur’an, seperti pemahaman, tilawah, tahfizh, tadabbur dan pengamalannya akan dapat kita laksanakan secara bersamaan.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu merahmati kita semua agar kita bisa dan mampu untuk meniru apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat-sahabatnya kepada kita.

Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada Nabi junjungan kita Nabi Muhammad SAW.semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan kita termasuk ummatnya Nabi Muhammad SAW yang ta’at dan bertakwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.

…اَللَّهُـمَّ صَــــــلِ علَےَسَيِدِنَ مُحمَّــــــــدْ. ♥.*
…………………………………….♥.*
…و علَےَ آل سيدنا مُحمَّــــــــدْ ..♥.*

Dan buat para sahabat-sahabat Nabi,semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati mereka semua.
Amin.

.
.
.
.

Gambar

Dan rasa terimakasih juga tak lupa kita haturkan kepada kiyai-kiyai dan ulama-ulama,ustadz dan ustadzah serta guru-guru mengaji kita yang telah mengajarkan kepada kita bagaimana hidup dengan Al-Qur’an dengan benar sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabatnya mengamalkanya.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu merahmati dan memberikan hidayahNya kepada kita semua.
Amin amin ya Rabbal alamin.

———!!

Ayo semuanya!
Mulai sekarang kita GEMARKAN membaca Al-Qur’an.
Dan tingkatkan ibadah-ibadah Wajib dan Sunnah-sunnah yang lainya,agar Rahmat dan ridha Allah subhanahu wa ta’ala selalu tercurahkan bagi kita semua.
Amin amin ya Rabbal alamin.

Buat yang pelajar: Jadilah Pelajar yang gemar membaca Al-Qur’an.

Buat mahasiswa/i : Jadilah Mahasiswa/i yang gemar membaca Al-Qur’an.

Buat karyawan/karyawati: Jadilah karyawan/karyawati yang gemar membaca Al-Qur’an.

Buat pedagang: jadilah pedagang yang gemar membaca Al-Qur’an.

Buat PNS: Jadilah PNS yang gemar membaca Al-Qur’an.

Buat pengusaha: jadilah pengusaha-pengusaha yang gemar membaca Al-Qur’an.

Buat Wiraswasta-wiraswasta: jadilah Wiraswasta-wiraswasta yang gemar membaca Al-Qur’an.

Buat para orang tua: Jadilah orang tua-orang tua yang gemar membaca Al-Qur’an.

Buat para Suami: Jadilah Suami-suami yang gemar membaca Al-Qur’an.

Buat para Istri: Jadilah Istri-istri yang gemar membaca Al-Qur’an.

Buat Anak-anak: Jadilah Anak-anak yang gemar membaca Al-Qur’an.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmati dan memberikan hidayahNya kepada kita semua.
Amin amin ya Rabbal alamin.

————!!

Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya kamu sekalian diberi pahala atasnya, adapun aku tidak mengatakan “alif laam miim” itu satu huruf, tetapi alif itu sepuluh, lam itu sepuluh, dan mim itu sepuluh, maka itu 30. (hadits dari Ibnu Mas’ud, Shahih nomor 1164 dalam Shahih al-Jami’).

“Ingatlah hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
(Qs Al-Ra’ad ayat 28)

الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ
(Qs Al-Ra’ad 13:29)
Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.

_________!!_________
____________________!! 

Yuuk,kakak-kakak,adek-adek,ibu-ibu-bapa-bapa,kakek-kakek,Nenek-nenek,saudara-saudari seimanku semua,mari kita GEMARKAN membaca Al-Qur’an.

@_@
Ayo Semuaaaaaaaaaanya………
Tilawah Qur’an Yuuukkk…!!!!!!!!!
`°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°“°“°•.¸¸.•°

Play ulang:

*.

┊   ★ ┊ )*
,, (★ ┊ )* ┊ ┊ ☆  
☆,,,┊  ★┊ ┊   ★ ┊
☆┊ ☆ º°˚˚°º))* ˚°º º°˚,,┊ ┊ ┊
  ★ ┊  ★ ┊┊  ★ ┊   
┊   ★ ┊    ★ ┊┊   ★   ★ ┊
  ┊ .”☆   ☆┊   ★┊┊   ┊ ☆  (★┊
☆┊ ☆º°˚˚°º=))˚°º º°˚˚ ┊ ┊ ☆┊ ☆º°˚˚°˚°º º° ☆┊ ☆º°˚˚°º=))˚°º º°˚˚
┊   ┊ ☆   ☆┊ ★┊┊   ┊ ☆   ☆┊   ★┊
☆┊ ☆º°˚˚°º˚°º º°˚˚ ┊ ┊ ☆┊ ☆º°˚˚°º=))˚°º º°˚˚ ┊ ┊
☆º°˚˚°º۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞☆┊ ☆º°˚

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
(Qs Al-Anfal 8:2)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebutkan nama Allah, GEMETARLAH HATI MEREKA, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, BERTAMBAHLAH IMAN MEREKA (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal.”

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
(Qs Al-Anfal 8:3)
yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
(Qs Al-Anfal 8:4)
ITULAH ORANG-ORANG yang BERIMAN dengan SEBENAR-BENARNYA. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (ni’mat) yang mulia.

هَـذَا بَلاَغٌ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُواْ بِهِ وَلِيَعْلَمُواْ أَنَّمَا هُوَ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ
(Qs Ibrahim 14:52)
(Al Quraan) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُواْ لَهُ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
(Qs Al-a’raf 7:204)
Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan PERHATIKANLAH dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.
–)*
——)))))*———–*
———————)))))))*
——————————- —–!!…)))))))*
۞▬▬▬۞▬▬▬۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞▬▬▬۞▬▬▬۞▬▬۞۞…..*
░░░░░░░░♥◘◘◘۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞
۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞▬▬▬۞▬▬▬۞▬▬ஜ
۩۞۩ஜ▬▬▬۞

——-!!
________________
[Artikel terkait: _____ ]
[________________]

Buat saudara/i Wiro yg Muslim yang ingin Mendownload Free Tadarusan serta terjemahanya,silahkan Download ☞ Disini

Untuk mendownload Free Tilawatil Quran ☞ Click Disini

Dan untuk MENDOWNLOAD Ceramah” dari ustadz sejuta umat,K.h Zainudin M.z dalam audio Mp3
Secara gratis, Antum juga bisa langsung mendownloadnya
Disini

Semoga bermanfaat.
.
.
.
.
.