MEMAHAMI MAKNA kata KAMi Didalam Al-Qur'an.

Gambar

THREE in ONe/3in1 atau Trinitas???
Oh no!!!
Itu ajaran agama Pagan mesir kuno,Hindu dlsb yang juga mempunya 3 Dewa atau sesembahan atau Tuhan.
————————————–!!

Seringkali orang kafir yang tidak paham bahasa arab memaknakan kata Kami didalam Alquran sebagai bagian dari bentuk jamak atau Trinitas sebagaimana pemahaman diajaran PAGANISME mereka.

Mereka bertanya:

Mengapa Alquran sering menggunakan kata KAMI untuk ALLAH??? 
 
Bukankah kami itu banyak???  

Apakah itu bermakna bahwa Alquran pun mengakui Tuhan itu lebih dari 1???
 
Itulah contoh” pertanyaan dan kesimpulan dangkal mereka. 

Bagaimana kita menjelaskannya??? 

Mungkin kita juga pernah bertanya demikian.

Bagi yang belum tahu, mari kita sama-sama berbagi ilmu.

Jawabanya: Kata KAMI dalam Alquran adalah bermakna sebagai bahasa pengagungan atau penghormatan.

Bahasa Arab adalah bahasa paling Tersulit didunia.Sedang bahasa paling sulit nomor 2 ialah Bahasa China. Hal ini disebabkan kerana dalam 1 kata, bahasa arab memiliki banyak makna.

Contoh: Sebuah gender, dalam suatu daerah boleh bermakna lelaki, tapi dalam daerah lain boleh bermakna perempuan.

Dalam bahasa Arab, dhamir ‘NAHNU’ ialah dalam bentuk jamak yang berarti kita atau kami. Tapi dalam ilmu ‘NAHWU’, maknanya tak cuma kami, tapi aku, saya dan lainnya.

Terkadang kita sering bingung dengan pertanyaan sejenis ini. Pertanyaan diatas muncul karena ketidaktahuan meraka, namun banyak pula para kufar yang berusaha untuk membodohi umat Islam yang tak faham dengan bahasa arab. Pertanyaan seperti ini sering dijadikan senjata melawan umat Islam yang kurang ilmunya.

Tapi bagi mereka yang faham bahasa Arab sebagai bahasa yang kaya dengan makna dan kandungan seni serta balaghah dan fashahahnya, tentu Pertanyaan seperti para kafir diatas terlihat lucu dan jenaka.

Bagaimana mungkin aqidah Islam yang sangat logis dan kuat itu mau ditumbangkan cuma dengan bekal logika bahasa yang setengah-setengah???

JIKA MEMANG “KAMI” DALAM AL-QUR’AN DIARTIKAN SEBAGAI LEBIH DARI 1, LALU MENGAPA ORANG ARAB TIDAK MENYEMBAH ALLAH LEBIH DARI 1??? 

MENGAPA TETAP 1 ALLAH SAJA??? 

TENTU KARENA MEREKA PAHAM TATA BAHASA MEREKA SENDIRI.

___________________________________!!

Dalam ilmu bahasa arab, penggunaan banyak istilah dan kata itu tidak selalu bermakna zahir dan apa adanya. Sedangkan Alqur’an adalah kitab yang penuh dengan muatan nilai sastra tingkat tinggi.

___________________________________!!

 

Selain kata ‘Nahnu”, ada juga kata ‘antum’ yang sering digunakan untuk menyapa lawan bicara meski hanya satu orang. Padahal makna ‘antum’ adalah kalian (jamak).

 

___________________________________!!

Secara rasa bahasa, bila kita menyapa lawan bicara kita dengan panggilan ‘antum’, maka ada kesan sopan dan ramah serta penghormatan ketimbang menggunakan sapaan ‘anta’.

___________________________________!!

 

Kata ‘Nahnu’ tidak harus bermakna arti banyak, tetapi menunjukkan keagungan Allah Subhanahu wa ta’ala Ini dipelajari dalam ilmu balaghah.

 

Contoh: Dalam bahasa kita ada juga penggunaan kata “Kami” tapi bermakna tunggal. Misalnya seorang berpidato sambutan berkata,”Kami merasa berterimakasih sekali . . . “

Padahal orang yang berpidato Cuma sendiri dan tidak beramai-ramai, tapi dia bilang “Kami”. Lalu apakah kalimat itu bermakna jika orang yang berpidato sebenarnya ada banyak atau hanya satu ???

  • Lain lagi dg orang Indonesia timur, mereka suka menggunakan kata KITA untuk menyebutkan diri mereka sendiri, spt:

Kita duluan ya utk menyebut SAYA duluan ya.
Padahal yg dia maksud adalah merujuk pd dirinya sendiri saja, jd hal spt ini adlh kekayaan dan keindahan tata bahasa yg harus dipahami .

Kata kami dalam hal ini digunakan sebagai sebuah rasa bahasa dengan tujuan nilai kesopanan. Tapi rasa bahasa ini mungkin tidak bisa diserap oleh orang asing yang tidak mengerti rasa bahasa. Atau mungkin juga karena di barat tidak lazim digunakan kata-kata seperti itu.

::::::::

Kembali kepermasalahan kata KAMI ”

Banyaknya Ayat Al Qur’an tentang Allah dengan menggunakan kata ” KAMI” seringkali dipersoalkan oleh para misionaris maupun penghujat Islam.
Bagi penghujat Islam persoalan Kata Kami di banyak ayat Al Qur’an dituduh sebagai sebagai bukti adanya ayat ayat Al Qur’an yang bertentangan dengan ayat ayat Al Qur’an lainnya yang sangat jelas dan tegas bahwa Allah adalah Esa.

dan Bagi Misionaris adanya kata kami yang merujuk kepada Allah dijadikan pembenaran kalau ayat ayat Al Qur’an membenarkan konsep ketuhanan Trinitas.

tuduhan tuduhan tersebut hanya berdasarkan argumentasi yang sangat dangkal dalam memahami kata “KAMI”,yang mereka simpulkan secara absolut bahwa kata kami merujuk kata ganti jamak.

Didalam kitab “Fatawa al Azhar” disebutkan bahwa sesungguhnya Al Qur’an al Karim diturunkan dari sisi Allah swt dengan bahasa arab yang merupakan bahasa Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dan diturunkan dengan tingkat balaghah dan kefasehan tertinggi.

Artinya : “Dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy Syuara’ : 195)

Dan merupakan suatu kebiasaan dikalangan orang-orang Arab bahwa seorang pembicara mengungkapkan tentang dirinya dengan menggunakan lafazh أنا (saya) dan jika terdapat orang lain bersamanya maka menggunakan lafazh نحن (kami) sebagaimana lafazh نحن (kami) digunakan si pembicara untuk mengagungkan dirinya sendiri. Pengagungan manusia terhadap dirinya sendiri dikarenakan dirinya memiliki berbagai daya tarik untuk diagungkan.

Bisa jadi hal itu dikarenakan dia memiliki jabatan, reputasi, kedudukan atau nasab lalu dia membicarakan tentang dirinya itu sebagai bentuk keagungan dan kebesaran. Bisa jadi juga untuk memberikan perasaan takut didalam hati orang lain seakan-akan dirinya sebanding dengan beberapa orang bukan dengan hanya satu orang. Bisa jadi seseorang mengungkapkan dirinya dengan lafazh نحن (kami) karena begitu banyak keahliannya seakan-akan beberapa orang ada didalam diri satu orang. Sehingga bentuk plural dan jama’ itu adalah pada pengaruhnya bukan pada si pemberi pengaruh.

Bentuk pengagungan diri pembicara atau orang yang diajak bicara terdapat pula didalam bahasa-bahasa lainnya bukan hanya didalam bahasa arab dan digunakan pula untuk tujuan-tujuan seperti disebutkan diatas.

Apabila Allah swt Tuhan Pemilik Keagungan berfirman :

Artinya : “Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka.” (QS. Al Insan : 28)

Posisi Allah di situ sebagai pemberi karunia kepada semua makhluk, pemberi nikmat, memberikan perasaan takut dan membuat lari orang-orang kafir sesuai dengan kata ganti pengagungan terhadap diri-Nya yang memberikan makna kuat dan gagah.

Dan apabila Allah berfirman :

Artinya : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al Hijr : 9)

Posisi di situ sebagai pemilik kemampuan yang mampu memberikan ketenangan berupa pemeliharaan Allah terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan dengan kekuasaan dan hikmah-Nya. Dan apabila Allah berfirman :

Artinya : “Sesungguhnya Kami menolong Rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),” (QS. Ghafir : 15)

Allah SWT itu bukan manusia dan bukan pula makhluk hidup dengan jenis kelamin. Maka Dia bukan laki-laki dan juga bukan perempuan, bukan pula banci (na’udzubillah minta dzalik).

Adapun bahasa arab, memang punya 14 dhamir atau kata ganti orang. Mulai dari huwa sampai nahnu. Huwa adalah kata ganti untuk orang ketiga, tunggal dan laki-laki.

Di dalam Al-Quran, penggunaan kata ganti orang ini sering juga diterapkan untuk lafadz Allah SWT. Al-Quran membahasakan Allah dengan kata ganti Dia (huwa). Di mana makna aslinya adalah dia laki-laki satu orang. Tetapi kita tahu bahwa Allah SWT bukan laki-laki dan juga bukan perempuan atau banci.

Kalau ternyata Al-Quran menggunakan kata ganti Allah dengan lafadz huwa, dan bukan hiya (untuk perempuan), sama sekali tidak berarti bahwa Allah itu laki-laki.

Penggunaan kata ganti huwa (yang sebenarnya untuk laki-laki) adalah ragam keistimewaan bahasa arab yang tidak ada seorang pun meragukannya.

Maka demikian pula dengan penggunaan kata nahnu, yang meski secara penggunaan asal katanya untukkata ganti orang pertama, jamak (lebih dari satu), baik laki-laki maupun perempuan, namun sama sekali tidak berarti Allah itu berjumlah banyak.
Orang arab sendiri akan terpingkal-pingkal kalau melihat cara orang Indonesia berusaha menyesatkan orang lain lewat logika aneh bin ajaib seperti ini, yaitu mengatakan Allah itu banyak hanya lantaran di Al-Quran Allah seringkali menggunakan kata ganti kami (nahnu). Betapa kerdilnya logika yang dikembangkan, niatnya mau sok tahu dengan bahasa arab, sementara orang arab sendiri mafhum bahwa bahasa mereka istimewa.

Tidak semua kata nahnu (kami) selalu berarti pelakunya banyak. Memang benar secara umum kata nahnu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi orang yang bodoh dengan bahasa arab terkecoh besar dengan ungkapan ini. Sebenarnya kata kami tidak selalu menunjukkan jumlah yang banyak, tetapi juga menunjukkan kebesaran orang yang menggunakannya.

Misalnya, seorang presiden dari negara arab mengatakan begini, “Kami menyampaikan salam kepada kalian”, apakah berarti jumlah presiden negara itu ada lima orang? Tentu saja tidak. Sebab kata “kami” yang digunakannya menggambarkan kebesaran negara dan bangsanya, bukan menunjukkan jumlah presidennya.

Tukang becak di pinggir jalan pun tahu bahwa yang namanya presiden di semua negara pastilah jumlahnya cuma satu, tidak mungkin ada lima. Hanya orang bodoh saja yang mengatakan presiden ada lima. Dan hanya orang bodoh tidak pernah makan sekolahan saja yang mengatakan bahwa Allah itu ada banyak, hanya gara-gara Dia menyebut dirinya dengan lafadz KAMI.

Ini adalah logika paling gila yang pernah diucapkan oleh hewan yang merayap di muka bumi yang mengaku bernama manusia. Dan sayangnya, dengan logika jungkir balik tidak karuan seperti ini, masih saja ada orang yang mau melahapnya mentah-mentah. Masih saja jatuh korban kesesatan tidak lucu dari massa mengambang muslim.
 
@_@

___________________________________!!

Kalau domba Kristen itu tentu tak paham rasa bahasa ini, harap maklum saja, karena alkitab/bible mereka memang telah KEHILANGAN rasa bahasa. Bahkan bukan hanya kehilangan rasa bahasa, tapi pun sudah kehilangan kesucian sebuah kitab suci.

___________________________________!!

 

Sebagai contoh dari rasa bahasa Kitab tetangga yang sudah “HANCUR LEBUR TERNODA oleh pena” PENDETA” menuliskan dalam Kitab Yehezkiel dan kidung Sundal sbb:

___________________________________!!

********************************** !!

WARNING.!!!

Maaf ya,buat pembaca yang masih dibawah 18 tahun,”HARAP melewati saja ayat” VULGAR berikut ini.

___________________________________!!

********************************** !!

“Di sana SUSUNYA DIJAMAH-JAMAH dan DADA KEPERAWANANYA DIPEGANG-PEGANG” 

(Yehezkiel 23:3).

 

“Dan Ohola BERZINAH, sedang ia Aku punya. Ia sangat BIRAHI kepada kekasih-kekasihnya” 

(Yehezkiel 23:5).

“Pada masa mudanya orang sudah MENIDURINYA, dan mereka MEMEGANG-MEGANG(meremas”) DADA KEPERAWANANYA dan mencurahkan PERSUNDALAN mereka kepadanya” 

(Yehezkiel 23:8).

 

“Oleh karena ia melakukan PERSUNDALANYA dengan terang-terangan dan memperlihatkan sendiri AURAT/KEMALUAN”/(****SENSOR****)NYA.” 

(Yehezkiel 23:18).

 

______________________________!!

“Ia BIRAHI kepada kawan-kawannya BERSUNDAL, yang AURATNYA seperti AURAT keledai dan ZAKAR/(****SENSOR****)NYA seperti ZAKAR/(****SENSOR****)Kuda” 

(Yehezkiel 23:20).

 

Bunyi yang berbeda pada terbitan 1970.

 

“Dan melampiaskan hasratnya dengan pencinta mereka, yang PELIRNYA seperti PELIR keledai…” 

(Yehezkiel 23:20, Bibel tahun 1970).

—————————————–!!!!!

Engkau menginginkan KEMESUMAN masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang DADA(payudara) mu dan MENJAMAH-JAMAH SUSU kegadisanmu.

(Yehezkiel 23:21).

 

“Engkau BERSUNDAL dengan orang Mesir, tetanggamu, si AURAT besar itu” 

(Yehezkiel 16:26).

 

“Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan Allah” 

(Yehezkiel 16:30).

 

“Aku akan menyingkapkan AURATMU di hadapan mereka, sehingga mereka melihat seluruh KEMALUANMU” 

(Yehezkiel 16:37).

 

“Dan orang Etiopia sebagai buangan, tua dan muda, TELANJANG dan tidak berkasut dengan PANTATNYA kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir” 

(Yesaya 20:4).

 

“Orang yang hancur buah PELIRNYA atau yang terpotong KEMALUANYA, janganlah masuk jemaah Tuhan” (Ulangan 23:1).

 

Dan ini dari kidung agung.

Namanya kidung Agung,tapi isinya ayat-ayat Sundal,maka lebih cocok kitab ini disebut sebagai kidung Sundal daripada kidung Agung.!

 

XxxKidung SUNDAL.xxx

——————————–!!

 

O, seandainya engkau saudaraku laki-laki, yang menyusu pada BUAH DADA ibuku, akan kucium engkau bila kujumpai di luar, karena tak ada orang yang akan menghina aku! 

(Kidung SUNDAL 8:1).

 

Akan kubimbing engkau dan kubawa ke rumah ibuku, supaya engkau mengajar aku. Akan kuberi kepadamu anggur yang harum untuk diminum, air buah delimaku. 

(Kidung SUNDAL 8:2).

 

Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku. 

(Kidung SUNDAL 8:3).

 

Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai BUAH DADA. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang? 

(Kidung SUNDAL 8:8).

 

Aku adalah suatu tembok dan BUAH DADAKU bagaikan menara. Dalam matanya ketika itu aku bagaikan orang yang telah mendapat kebahagiaan. 

(Kidung SUNDAL 8:10).dsb.

 

Sebetulnya, masih banyak ayat-ayat Bibel yang begitu vulgar melukiskan adegan seksual, percabulan, persetubuhan, perkosaan, perzinahan dan fantasi seksual. Tak heran jika Profesor David M Carr menyebutnya dengan istilah “The Erotic Word” (Firman Tuhan yang Erotis).

 

Dan Pantas saja George Bernard Shaw, kritikus kaliber internasional menyebut Alkitab dengan julukan yang sangat PEDAS.!! “The most dangerous book (the Bible) on earth, keep it under lock and key”. 

(Bibel adalah kitab yang paling berbahaya di muka bumi. Simpanlah kitab ini dalam laci dan kuncilah rapat-rapat).!!

Serta JAUHKAN DARi Jangkauan ANAK” dan Remaja.!!

 

Ingat.!!

Kunci Rapat-rapat.!!

Serta JAUHKAN DARi Jangkauan ANAK” dan Remaja.!!

 

Ini masih hanya sebagian contoh dari 500an lebih ayat-ayat porno dan cabul didalam kitab tetangga.

—————————!!!!!!!

Seperti yang sudah diketahui banyak orang, Alkitab Kristen merupakan TERJEMAHAN dari TERJEMAHAN yang telah DITERJEMAHKAN dari TERJEMAHAN sebelumnya.

—————————!!!!!!!

 
Ada sekian ribu versi bible yang antara satu dan lainnya bukan sekedar tidak sama tapi juga bertolak belakang. Jadi wajar bila Alkitab Kristen itu tidak punya balaghoh, logika, rasa dan gaya bahasa.dia adalah tulisan karya manusia yang kering dari nilai sakral.

—————————!!!!!!!

 

Lanjut:

 

Di dalam Al-Qur’an ada penggunaan yang kalau kita pahami secara harfiyah akan berbeda dengan kenyataannya. Misalnya penggunaan kata ‘ummat’.

 

)))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))

Biasanya kita memahami bahwa makna ummat adalah kumpulan dari orang-orang. Minimal menunjukkan sesuatu yang banyak. Namun Al-Quran ketika menyebut Nabi Ibrahim yang saat itu hanya sendiri saja, tetap disebut dengan ummat.

)))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))

 

 

QS.16 An-Nahl :120 Sesungguhnya Ibrahim adalah “UMMATAN ” yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan.

 

Dalam tata bahasa Arab, ada kata ganti pertama singular [anâ], dan ada kata ganti pertama plural [nahnu]. Sama dengan tata bahasa lainnya. Akan tetapi, dalam bahasa Arab, kata ganti pertama plural dapat, dan sering, difungsikan sebagai singular.

 

Dalam grammer Arab [nahwu-sharaf], hal demikian ini disebut “al-Mutakallim al-Mu’adzdzim li Nafsih-i”, kata ganti pertama yang mengagungkan dirinya sendiri.

 

Permasalahan menjadi membingungkan setelah Al-Qur’an yang berbahasa Arab, dengan kekhasan gramernya, diterjemahkan ke dalam bahasa lain, termasuk Indonesia, yang tak mengenal “al-Mutakallim al-Mu’adzdzim li Nafsih-i” tersebut.

 
Kata KAMI pun sebenarnya jg digunakan dalam kitab terdahulu.

—————————————————————————————–!!—————!!

Bahasa Arab sedikit banyak memiliki persamaan dengan saudara 1 rumpunnya yaitu Bani Israil. Ini dimaksudkan dalam kitab “Taurat” masa sekarang pun, dalam bahasa aslinya kata yang digunakan ialah KAMI, tapi orang yahudi tidak pernah menganggap Tuhan itu lebih dari 1 sebagaimana orang kristen yang menganggap tuhan itu 3 tapi bersikeras bilang 1.
 

Sebagai Contoh ialah dalam Alkitab Kristen:
 

—————————————————————————————–!!—————!!

Kejadian 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. (BAHASA SEKARANG)Padahal dalam bahasa ibrani aslinya ialah menggunakan kata KAMI….

—————————————————————————————–!!—————!! 

Tapi yahudi tidak ada yang menyembah Tuhan 2 tapi 1,,, atau Tuhan 3 tapi 1,,, atau Tuhan 4 tapi 1….

____________

 
Seringkali dalam perdebatan muncul syubhat tentang Al Quran, kenapa kadang kadang memakai kata Aku (tunggal) dan kadang kadang memakai kata Kami (jamak), dan terkadang memakai kata Dia ? hal ini selalu digunakan oleh kaum nashrani dan kaum kufar lainnya untuk menyerang dan menyebarkan syubhat (kerancuan) berdasarkan kebodohan mereka tentang gaya bahasa Arab sebagai bahasa Al-Quran.

———!!

Dan perlu diingat bahwa Bahasa Arab Memiliki Jumlah Perbendaharaan Kata yang Paling Banyak daripada bahasa” bangsa lainya.

Salah satu keistimewaan bahasa Arab lainnya adalah: Kekayaan dalam jumlah perbendaharaan kata. Mungkin karena usianya yang sudah tua namun masih digunakan hingga hari ini, sehingga penbendaharaan kata di dalam bahasa Arab menjadi sangat BESAR.  

Sebagai contoh: Salah satu peneliti bahasa Arab mengemukakan bahwa orang Arab punya 80 sinonim untuk kata yang bermakna unta. Dan punya 200 sinonim untuk kata yang bermakna anjing.

Dsb.

————!!

)))))))))))))))))))))))))))))*

 

Mahasuci Allah dari apa yang mereka sangkakan.

 

`°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°“°“°•.¸¸.•° 

 

۞▬▬▬۞▬▬▬۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞▬▬▬۞▬▬▬۞▬▬۞۞

سُبْحَانَ اللّهِ وَ بِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللّهِ الْعَظِيمِ – 

 
SubhanAllahi wa biHamdihi, Subhan-Allahi ‘l-`adhziim

 

“Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah yang Maha Agung.”

▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬

▬▬۞▬▬▬۞▬▬▬۞▬—۞۞

۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞

 

Dengan menyebut nama ALLAH yang maha pengasih dan penyayang.

 

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

(Qs Al-ikhlas 112:1)

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,

للَّهُ الصَّمَدُ

(Qs Al-ikhlas 112:2)

Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

(Qs Al-ikhlas 112:3)

Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,

 

وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

(Qs Al-ikhlas 112:4)

dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.

 

صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيْمِ

Maha benar Allah,dengan segala firmanNya.

♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡

 

۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞

لْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Agama Islam adalah agama yg Sempurna.۩۞۩

Agama dari Allah.

Agama yg TIDaK Menyekutukan Allah.

Tidak menduakan atau men 3 kan Allah.

۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞۞

لْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَإِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
(Qs Al-Baqarah 2:117)
Allah Pencipta langit dan bumi.”,dan bila Dia berkehendak sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” Lalu jadilah ia.”

وَقَالَ الَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ لَوْلاَ يُكَلِّمُنَا اللّهُ أَوْ تَأْتِينَا آيَةٌ كَذَلِكَ قَالَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِم مِّثْلَ قَوْلِهِمْ تَشَابَهَتْ قُلُوبُهُمْ قَدْ بَيَّنَّا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
(Qs Al-Baqarah 2:118)
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: “Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.”

إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْنَاهُ أَن نَّقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ
(Qs An-Nahl 16:40)
Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “kun (jadilah)”, maka jadilah ia”.

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئاً أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
(Qs Ya-Sin 36:82)
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia”.

فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
(Qs Ya-Sin 36:83)
Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ بِالْحَقِّ وَيَوْمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ قَوْلُهُ الْحَقُّ وَلَهُ الْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّوَرِ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
(Qs Al-An’am 6:73)
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar
. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: “Jadilah, lalu terjadilah”, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

هُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ فَإِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
(Qs Al-Mu’min 40:68)
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya bekata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia”.

 مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْراً فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
(Qs Maryam 19:35)
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia”.

وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ
(Qs Maryam 19:36)
Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian.Ini adalah jalan yang lurus.

صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيْمِ
Maha benar Allah,dengan segala firmanNya.
♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡

________________
[Artikel terkait: ]
[________________]

Untuk melihat sejarah permulaan ajaran Trinitas diberlakukan lihat DISINI.

Untuk melihat Bukti bahwa YahWeh itu adalah nama dewa pagan kepercayaan mesir kuno lihat
Disini.

Dan untuk melihat Daftar Belasan Ribu Ayat yang Dibuang dari Bible lihat
DISINI.