Meluruskan Riwayat Pernikahan Rasulullah SAW dengan Aisyah r.a(Ummul mukminin).

Tulisan pembahasan ini bertujuan untuk meluruskan riwayat pernikahan Rasulullah dengan Aisyah ra yang telah berabad-abad lamanya diyakini secara tidak rasional. Dan efeknya, orientalis Barat pun memanfaatkan celah argumen data pernikahan ini sebagai alat tuduh terhadap Rasulullah dengan menganggapnya fedofilia.
Mari kita buktikan. Secara keseluruhan data-data yang dipaparkan tulisan ini diambil dari hasil riset Dr.M. Syafii Antonio dalam bukunya, Muhammad SAW The Super Leader Super Manager (2007).

Kualitas Hadits.

Alasan pertama. Hadits terkait umur Aisyah saat menikah tergolong problematic alias dho’if. Beberapa riwayat yang menerangkan tentang pernikahan Aisyah dengan Rasulullah yang bertebaran dalam kitab-kitab Hadits hanya bersumber pada satu-satunya rowi yakni Hisyam bin ‘Urwah yang didengarnya sendiri dari ayahnya.

Mengherankan mengapa Hisyam saja satu-satunya yang pernah menyuarakan tentang umur pernikahan ‘Aisyah r.a tersebut. Bahkan tidak oleh Abu Hurairah ataupun Malik bin Anas. Itu pun baru diutarakan Hisyam TATKALA TELAH BERMUKIM DI IRAQ.

Hisyam pindah bermukim ke negeri IRAQ dalam umur 71 tahun. Mengenai Hisyam ini, Ya’qub bin Syaibah berkata: “Apa yang dituturkan oleh Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang disebutkannya tatkala ia sudah PINDAH KE IRAQ.
—————————!!

” Syaibah menambahkan, bahwa Malik bin Anas menolak penuturan Hisyam yang dilaporkan oleh penduduk IRAQ. (Ibn Hajar Al-Asqalani, Tahzib al-Tahzib. Dar Ihya al-Turats al-Islami, Jilid II, hal. 50) Termaktub pula dalam buku tentang sketsa kehidupan para perawi Hadits, bahwa tatkala Hisyam BERUSIA LANJUT ingatannya sangat menurun (Al-Maktabah Al-Athriyah, Jilid 4, hal. 301). Alhasil, riwayat umur pernikahan Aisyah yang bersumber dari Hisyam ibn ‘Urwah, Tertolak.

Dan karena juga tidak sesuai dengan fakta peristiwa atau Sejarah didalam Islam.
————————————!!

Urutan Peristiwa Kronologis.

Alasan kedua. Terlebih dahulu perlu diketahui peristiwa-peristiwa penting
secara kronologis ini:
Pra-610 M : Zaman Jahiliyah.
610 M : Permulaan Wahyu turun.
610 M : Abu Bakar r.a. masuk Islam.
613 M : Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka.
615 M : Umat Islam hijrah I ke Habsyah.
616 M : Umar bin al-Khattab masuk Islam.
620 M : Aisyah r.a dinikahkan.
622 M : Hijrah ke Madinah.
623/624 M : Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW.

Menurut Al-Thabari, keempat anak Abu Bakar ra. dilahirkan oleh isterinya pada zaman Jahiliyah. Artinya sebelum 610 M.

Jika ‘Aisyah dinikahkan dalam umur 6 tahun berarti ‘Aisyah lahir tahun 613 M. Padahal menurut Al-Thabari semua keempat anak Abu Bakar ra. lahir pada zaman Jahiliyah, yaitu sebelum tahun 610. Jadi kalau Aisyah ra. Dinikahkan sebelum 620 M, maka beliau dinikahkan pada umur di atas 10 tahun dan hidup sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW dalam umur di atas 13 tahun. Kalau di atas 13 tahun, dalam umur berapa pastinya beliau dinikahkan dan serumah???

Untuk itu kita perlu menengok kepada kakak perempuan Aisyah ra. yaitu Asma.

Perhitungan Usia Aisyah.

1.Menurut Abdurrahman ibn Abi Zannad, “Asma 10 tahun lebih tua dari Aisyah ra.” (At-Thabari, Tarikh Al-Mamluk, Jilid 4, hal. 50. Tabari meninggal 922 M)

2.Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, Asma hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal tahun 73 atau 74 Hijriyah (Al-Asqalani, Taqrib al-Tahzib, hal. 654). Artinya, apabila Asma meninggal dalam usia 100 tahun dan meninggal pada tahun 73 atau 74 Hijriyah, maka Asma berumur 27 atau 28 tahun pada waktu Hijrah, sehingga Aisyah berumur (27 atau 28) – 10 = 17 atau 18 tahun pada waktu Hijriyah.

Dengan demikian berarti Aisyah mulai hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW pada waktu berumur 19 atau 20 tahun.
Wallahu a’lam bishshawab.
———————————————–!!!!!!!
——————————!!!!!!!!!!
Rijalul Imam.
Direktur ISCDIC (Indonesian Students Community for Development of Islamic Civilization) Studi Kritis Umur Aisyah ra.Sejak jaman sekolahan, kita telah membaca dan diberitahu bahwa Rasulullah s.a.w menikahi Aisyah ra, putri Abu Bakar ash Shidiq ketika Aisyah ra. berumur 6 tahun, dan berumah tangga dengan Rasulullah s.a.w ketika Aisyah ra. berumur 9 tahun. Riwayat ini tercatat dengan terang dalam kitab hadist Sahih Bukhari dan selama ratusan tahun menjadi kebenaran dan dibenarkan oleh ulama-ulama dan guru-guru agama Islam kita dimanapun.
——————!!

Hadist dan sejarah juga mencatat bahwa saat Aisyah ra. menikah, beliau masih bermain-main dengan boneka dan ayunannya. Siapa saja yang mendengar informasi ini apabila cara berfikirnya masih normal pasti akan menolak menyetujui kekonyolan itu.

Lalu bagaimana para ulama dan umat Islam mencari-cari pembenaran pernikahan Aisyah ra. dengan Rasulullah s.a.w ketika Aisyah ra. baru saja melewati masa balita-nya.???

Pembenaran-pembenaran yang dipaksakan itu adalah:
Menganggap pernikahan seperti itu adalah wajar pada masa itu.Pernikahan tersebut menunjukan bahwa Aisyah ra. sudah matang berumah tangga sejak kecil dan merupakan kehebatan Islam dalam membentuk kedewasaan seorang anak.

Bagaimanapun juga, penjelasan diatas tidak bisa diterima begitu saja oleh akal sehat. Hanya orang-orang naif yang mempercayai jawaban itu dan secara tidak langsung terus menerus mengkampanyekan pernikahan Aisyah ra. saat berumur 6 tahun.

——————————————————-
Akibatnya, FITNAH BESAR telah datang terhadap kehormatan diri Rasulullah s.a.w yang suci dan terpuji akhlaknya, pribadi yang maksum dan teladan umat Islam.
———————————————————

Fitnah tersebut adalah bahwa seorang Nabi telah menikahi anak perempuan di bawah umur, melucuti pakaian dan meniduri anak-anak yang masih lucu-lucunya sambil memegang bonekanya. Belum lagi tuduhan pedofilia yang di lancarkan musuh-musuh Islam terhadap Rasulullah s.a.w. Naudzubullahi min dzalik.

Sebagian umat Islam bungkam atas kebenaran yang dipaksakan ini, lalu mereka membuat pembenaran dengan cara yang dipaksakan pula agar pembenaran tersebut terlihat logis.

——————————————————!!
Umur Aisyah ra. telah dicatat SALAH oleh hadist dan sejarah. Tidak benar bahwa Aisyah menikah ketika berumur 6 tahun. Itu FITNAH YANG SANGAT KEJI.!!
——————————————————!!

Seorang ulama besar hindustan diabad 20, Hz. Maulana Habibur Rahman Siddiqui Al-Kandahlawi: karena kecintaannya kepada pribadi Nabiullah, telah mengkaji secara mendalam umur Aisyah ra. Dan men-tahqiq hadist yang disahihkan oleh Bukhari-Muslim dalam kitab-nya yang berjudul Umur Aisyah?.

Tentang umur Aisyah ra. banyak ahli sejarah yang menyampaikan pendapatnya. Ada yang mengatakan 9 tahun, 14 tahun, namun kebanyakan berpegang pada kitab Sahih Bukhari-Muslim yang menyebutkan Aisyah berumur 6 tahun saat menikah.

Berikut ini hadisnya:
—————————-!!

Dari Aisyah ra., ia berkata: Rasulullah s.a.w menikahiku pada saat aku berusia enam tahun dan beliau menggauliku saat berusia sembilan tahun.Aisyah ra. melanjutkan: Ketika kami tiba di Madinah, aku terserang
penyakit demam selama sebulan setelah itu rambutku tumbuh lebat sepanjang pundak. Kemudian Ummu Ruman datang menemuiku waktu aku sedang bermain ayunan bersama beberapa orang teman perempuanku. Ia berteriak memanggilku, lalu aku mendatanginya sedangkan aku tidak mengetahui apa yang diinginkan dariku. Kemudian ia segera menarik tanganku dan dituntun sampai di muka pintu. Aku berkata: Huh.. huh.. hingga nafasku lega. Kemudian Ummu Ruman dan aku memasuki sebuah rumah yang di sana telah banyak wanita Ansar. Mereka mengucapkan selamat dan berkah dan atas nasib yang baik. Ummu Ruman menyerahkanku kepada mereka sehingga mereka lalu memandikanku dan meriasku, dan tidak ada yang membuatku terkejut kecuali ketika Rasulullah s.a.w datang dan mereka meyerahkanku kepada beliau .
[Bukhari-Muslim No. 69 (1442)]

Makna yang sama tercatat juga dalam kitab Sahih Bukhari Volume 5, buku-58 nomor 238. [4]

Dan masih banyak lagi di dalam hadist dalam kitab Bukhari-Muslim yang mencatat cerita Aisyah ra. ini, dimana memuat 3 informasi penting, yaitu:
(1) Aisyah ra. di nikahi saat berumur 6 tahun,
(2) berumah tangga saat berumur 9 tahun, (3) saat dirinya di serahkan kepada Rasulullah, Aisyah sedang bermain-main ayunan.

HADIST UMUR AISYAH RA. TIDAK SHAHIH.!!
Hz. Maulana Habibur Rahman Siddiqui Al-Kandahlawi mencatat keganjilan pada
hadis-hadist yang menyebut umur Aisyah ra.
Bukti-bukti dalam kitab-kitab yang ditulis oleh ulama Islam [5] berselisih tentang perawi hadist tersebut riwayatnya bersumber dari Aisyah ra. atau-kah pengamatan Urwah bin Zubair. Tapi yang pasti, bukan kata-kata Rasulullah s.a.w.

—————————————————-!!
Jika ini adalah kata-kata Urwah bin Zubair
[6], maka itu bukanlah hadist dan hanya sekedar dongeng serta tidak memiliki implikasi apapun terhadap syariah.
—————————————————-!!

Namun jika ini perkataan Aisyah ra., setelah dicermati, semua hadist tersebut perawinya tersambung kepada Hisyam bin Urwah dari bapaknya Urwah bin Zubair yang diriwayatkan dari Aisyah ra. Hanya dari garis itu saja, hanya Hisyam bin Urwah dan Urwah bin Zubair! Tidak ada yang lain.
Tidak ada sahabat-sahabat nabi lainnya menceritakan umur Aisyah ra. saat menikah. Hanya ada Hisyam bin Urwah!

Ada apa dengan Hisyam bin Urwah???
Dan siapa Urwah bin Zubair???

Tentang Hisyam bin Urwah, dua ulama besar pernah menjadi muridnya, yaitu Imam Malik dan Imam Hanafi. Hadist ini tidak tercatat dalam kitab Muwatta yang di tulis oleh muridnya Hisyam bin Urwah, yaitu Imam Malik. Hadist ini tidak tercatat di kitab-kitab yang ditulis Abu Hanifah.

—————————————————-!!
Imam Malik dalam kitab Muwatta menulis bahwa Hisyam layak dipercaya dalam semua perkara, KECUALI setelah dia tinggal di Iraq.
—————————————————-!!

—————————————————-!!
Imam Malik sangat tidak rela dan tidak setuju Hisyam bin Urwah dikatakan sebagai perawi Hadist. Tehzib al-Tehzib, merupakan buku yang membahas mengenai kehidupan dan kridibiltas perawi hadis-hadis nabi s.aw, menulis Hadist-hadist yang bersanad oleh Hisham bin Urwah adalah shahih KECUALI
HADIST-HADIST yang diriwayatkan oleh ORANG-ORANG IRAQ.
—————————————————-!!

Ibnu Hajar mengatakan, Penduduk Madinah menolak riwayat Hisyam bin Urwah
yang diceritakan orang-orang Iraq.
Dalam kesempatan lain Ibnu Hajar mengatakan tentang Hisyam bin Urwah sebagai seorang Mudallis [6]. Yaqub bin Abi Syaibah berkata: Hisyam
adalah orang yang tsiqoh (terpercaya), tidak ada riwayatnya yang dicurigai,
KECUALI SETELAH IA TINGGAL DI IRAQ.
Cukup mengejutkan setelah kita mengetahui bahwa para perawi hadist umur Aisyah ra. semuanya penduduk IRAQ.
——————————————————————-!!————————————-!!

——————————————————————-!!————————————-!!

Dari orang-orang Kufah, Iraq:
Sufyan bin Said Al-Thawri Al-Kufi Sufyan bin Ainia Al-KufiAli bin Masher Al-Kufi Abu Muawiyah Al-Farid Al-KufiWaki bin Bakar
Al-KufiYunus bin Bakar Al-KufiAbu Salmah Al-KufiHammad bin Zaid Al-KufiAbdah bin Sulaiman Al-Kufi Dari penduduk Basrah, Iraq:
Hammad bin Salamah Al-BasriJafar bin Sulaiman Al-BasriHammad bin Said
Basri Wahab bin Khalid Basri.
——————————————————————-!!————————————-!!
——————————————————————-!!————————————-!!

Itulah orang-orang yang meriwayatkan hadist umur Aisyah ra dari Hisyam bin Urwah.
——————————————————————-!!————————————-!!

Hisyam hijrah ke Iraq ketika berumur 71 tahun. Adalah aneh jika selama hidupnya Hisyam bin Urwah tidak pernah menceritakan hadist ini kepada murid-muridnya seperti Imam Malik dan Imam Hanafi dan sahabat-sahabatnya di Madinah selama 71 tahun tinggal di Madinah.
——————————————————————-!!————————————-!!

Justru ia menceritakan hadist ini ketika hari tua menjelang ajalnya kepada orang-orang Iraq.
Lebih aneh lagi ketika kita mengetahui bahwa tidak ada penduduk Madinah atau Mekkah yang ikut meriwayatkan hadist tersebut. Bukankah Madinah adalah tempat dimana Aisyah ra. dan Rasulullah s.a.w pernah tinggal???

Serta tempat dimana penduduk Madinah menyaksikan waktu dimana Aisyah ra. mulai berumah tangga dengan Rasulullah s.a.w???. ——————————————————————-!!————————————-!!

Lalu mengapa orang-orang Iraq yang memiliki hadist ini???
Sesuatu yang aneh bukan???

Jadi kesimpulannya jelas, hadist umur Aisyah ra. saat menikah diceritakan hanya oleh orang-orang Irak dari Hisyam bin Urwah. Hisyam bin Urwah mendapatkan hadist ini dari bapaknya, Urwah bin Zubair. Ibnu Hajar menyebut tentang Urwah bin Zubair seorang nashibi (orang yang membenci ahlul bait). Menurut Ibnu Hajar, seorang nashibi riwayatnya tidak di percaya.

Kita tidak perlu meragukan nasihat dan ilmu yang dimiliki Hisyam bin Urwah saat ia tinggal di Madinah. Namun kita perlu memperhatikan pendapat ulama-ulama salaf yang menolak semua hadist yang di riwayatkan Hisyam bin Urwah SAAT IA TINGGAL DI IRAQ.
——————————————————————-!!————————————-!!

Lalu bagaimana bisa Bukhari Muslim mencatat hadist ini dalam shahihnya???

——————————————————————-!!————————————-!!
BUKHARI MUSLIM MENGGAMPANGKAN PERAWI HADIST UMUR AISYAH.
——————————————————————-!!————————————-!!

Salah satu prinsip ulama hadist yang dinukilkan oleh Baihaqi [7] adalah:

Apabila kami meriwayatkan hadis mengenai halal dan haram dan perintah dan
larangan, kami menilai dengan ketat sanad-sanad dan mengkritik perawi-perawinya,
——————————————————–!!

Akan tetapi apabila kami meriwayatkan tentang fazail (keutamaan) , pahala dan azab, kami mempermudahkan tentang sanad dan berlembut tentang syarat-syarat perawi.(Fatehul-Ghaith, ms 120)
——————————————————————-!!————————————-!!

Disinilah letak masalahnya. Umur Aisyah memang digampangkan kritik perawinya karena dipandang bukan bab penting mengenai halal atau haram
suatu syariah. Para ulama hadist mengabaikan kesilapan dan kelemahan
perawi dalam hadist Umur Aisyah karena umur tersebut dianggap tidak
penting. Mereka tidak memeriksa perawinya secara terperinci.

Ibnu Hajar membela Bukhari tidak mungkin tersilap dalam mengambil perawi. Namun dengan TEGAS Hz. Maulana Habibur Rahman Siddiqui Al-Kandahlawi mengatakan bahwa semua riwayat Hisyam SETELAH TINGGAL DI IRAQ TIDAK BISA DIPERCAYA DAN DITERIMA.
——————————————————————-!!————————————-!!

Mengenai tidak diterimanya Hisyam setelah dia tinggal IRAQ, Ibnu Hajar mengakui bahwa penduduk Madinah menolak riwayat Hisyam. Mengenai ini, saya berpendapat Ibnu Hajar dan Imam Bukhari tidak menyadari keputusannya mempermudah sanad dan berlemah-lembut dalam syarat perawi pada hadist umur Aisyah ra. Telah menciderai kepribadian Rasulullah SAW beberapa abad kemudian.
——————————————————————-!!————————————-!!

Saya tidak menampik keluasan ilmu kedua ulama besar tersebut, tapi kita yang hidup dijaman sekarang patut meluruskan hadist tersebut.
Ketidaktelitian riwayat Hisyam ini memang tidak mengalami masalah di jaman dulu, namun berakibat buruk saat ini. Di abad ke 20 ini, tanpa disadari oleh ulama-ulama hadist di jaman dulu, masalah umur Aisyah ra. telah menjadi fitnah yang keji terhadap pribadi Rasulullah s.a.w.
——————————————————————-!!————————————-!!

Fitnah ini tanpa sadar diiyakan oleh umat Islam sambil terseok-seok mencari pembenarannya.
——————————————————————-!!————————————-!!
——————————————————————-!!————————————-!!

Alhamdulillah, fitnah ini telah diluruskan oleh Hz. Maulana Habibur Rahman Siddiqui Al-Kandahlawi yang men-tahqiq hadist Bukhari tersebut.
——————————————————————-!!————————————-!!

Setelah kita mengetahui bahwa hadist tentang umur Aisyah ra. Saat menikah dengan Rasulullah s.a.w adalah hadist yang dhaif atau di-dhaifkan, maka sudah sepantasnya umat Islam tidak lagi menulis atau menyebutkan umur Aisyah ra. saat menikah adalah 6 tahun.
Sebagaimana kaum kafir mengolok-olok Rasulullah s.a.w dengan hadist bukhari yang tidak sejalan dengan Fakta sejarah tsb.

Tulisan ini ditulis karena kecintaan yang besar kepada Ummul Mukminin Aisyah ra., Istri Rasulullah s.a.w, putri Khalifah pertama umat Islam, dan sumber riwayatnya hampir seper-empat hadist-hadist dan sunnah Rasul.
=================================!!

Hz. Maulana Habibur Rahman Siddiqui Al-Kandahlawi, seorang ulama hadist dari tanah Hindustan yang lahir di Kandahla-India, tahun 1924. Tanah hindustan di kenal banyak melahirkan ulama hadist, seperti al-Muttaqi.Bapanya ialah Mufti Isyfaq Rahman, seorang ulama hadist yang amat disegani dan juga pernah menjadi mufti besar Bhopal, India.

Tahqiq.
Tahqiq ialah: Komentar atas sebuah hadist dan pembahasan lebih teliti terhadap hadist tersebut.

Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151,
Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 236,
Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64,
Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65,
Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 234,
Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 18.

Perselisihan dan keanehan riwayat hadist ini termuat dalam Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Daud, Jami Tirmizi, Sunan Ibnu Majah, Sunan Darimi dan Musnad Humaidi.

Berikut ini Riwayat lain yang membuktikan bahwa Aisyah ra. menikah dengan Rasulullah bukan saat berumur 6 tahun.
————–!!

Data-data berikut dapat digunakan untuk menganalisa umur Aisyah ra.

Data Ke-1.
Al-Tabari mengatakan:Semua anak Abu Bakar (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya.
Itu artinya Aisyah ra. lahir sebelum Rasulullah menerima wahyu.
——————————————————!!

Rasulullah berdakwah di Mekkah selama 13 tahun sebelum Hijrah ke Madinah dan Aisyah tinggal bersama Rasulullah di tahun ke-2 Hijriah.
Artinya, di tahun ke-2 Hijariah, umur Aisyah sekurang-kurangnya adalah
16 tahun, bukan 9 tahun!
——————————————————!!
—————————————————!!

Data ke-2.

Dalam Sahih Bukhari [7] , ditemukan satu riwayat dari Zuhri bin Urwah, dari Urwah bin Zubair, dari Aisyah ra. Riwayat ini di riwayatkan oleh 2 orang perawi Mesir, 1 perawi Syam dan 2 perawi dari Madinah.
Hadist ini isinya panjang sekali.
Ummul Mukminim(Aisyah ra) bercerita dengan sangat details dan rinci kejadian di rumahnya sejak kerasulan Rasulullah s.a.w hingga hijrah bapaknya, yaitu Abu Bakar ash Shidiq ke Habsyah.
Aisyah ra. ingat betul siapa saja yang datang dan pergi dari rumahnya.Jika kita perhatikan seksama isi hadist tersebut, tentulah kita
mempercayai bahwa Aisyah ra. yang menceritakan hadist tersebut bukanlah
seorang bayi. Sekurang-kurangnya Aisyah ra. berumur 7-8 tahun. Karena pada
umur itulah seorang manusia sudah bisa mengingat dan mengenali kejadian
di sekelilingnya dengan benar.

Jika begitu kita kembali ke Urutan Peristiwa Kronologisnya.

Dalam Sahih Bukhari ditemukan satu riwayat dari Zuhri bin Urwah, dari Urwah bin Zubair, dari Aisyah ra. Riwayat ini di riwayatkan oleh 2 orang perawi Mesir, 1 perawi Syam dan 2 perawi dari Madinah.

Aisyah ra. bercerita dengan sangat terperinci kejadian di rumahnya sejak:
(((((((((((((((((kerasulan Rasulullah s.a.w tahun 610 M.))))))))))

hingga
((((((((hijrah bapaknya, yaitu Abu Bakar ash Shidiq ke Habsyah pada tahun 615 M. )))))))

Lalu kita Check dan hitung Tahun Kerasulan Rasulullah s.a.w dibawah ini:

Pada umur 610 M Aisyah ra. berumur 7 atau 8 tahun.lalu Pada tahun 620 M : Aisyah r.a dinikahkan dengan Rasulullah s.a.w.

Jadi: dari tahun 610 M hingga 620 M berjarak waktu 10 tahun.maka menurut jarak waktu tersebut umur Aisyah ra. Saat menikah dengan Rasulullah SAW adalah berumur 17 atau 18 tahun.
———————–!!

Data ke-3.

Menurut Abdal-Rahman ibn abi zanna: Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisya [3]
Menurut Ibn Kathir: Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah] [4]
Itu artinya, umur Aisyah dengan umur Asma berselisih 10 tahun.

Jadi Berapa umur Aisyah???
Secara sederhana kita harus lihat berapa umur Asma.

Para Ulama salaf sepakat Asma meninggal pada umur 100 tahun di tahun 73
H, berdasarkan sumber berikut:

Menurut Ibn Kathir: Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal.

Menurut riwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau beberapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian.
Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun [5]

Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 atau 74 H.[6].

Itu artinya saat hijrah umur Asma adalah 27 tahun. Jika Aisyah lebih
muda10 tahun dari Asma, maka bisa di simpulkan Aisyah ra. berumur 17-18
tahun saat hijrah ke madinah. Artinya, Aisyah ra. tinggal berumah tangga dengan Rasulullah saat berumur 18-19 tahun, bukan 9 tahun!
——————————————-!!
—————————————————!!

Wallahu a’lam bishawab.

Setelah kita mengetahui dengan menilik Fakta dan Riwayat sejarah bahwa umur Aisyah ra. Saat menikah dengan Rasulullah s.a.w bukan saat berumur 6 tahun,
,maka sudah seharusnya kita umat Islam tidak lagi menulis atau menyebutkan umur Aisyah ra. saat menikah adalah 6 tahun.
Karena hadist bukhari yang menuliskan hadist tsb tidak sejalan dengan Fakta sejarah riwayat kehidupan Rasulullah SAW.

Wallahu a’lam bishawab.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@//
♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡
♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡

——————————————————————————-!!
KESIMPULAN dan IKHTISAR Riwayat Pernikahan Rasulullah s.a.w dengan Aisyah ra.
——————————————————————————-!!

1.Aisyah dicatat secara salah dalam literature hadist.yang menceritakan hadist tersebut adalah Hisyam Ibnu Urwah setelah dia pindah ke Iraq dari madinah yaitu pada usia 71 tahun. diusia 71 tahun ini beliau banyak mengalami kemunduran dalam ingatan sehingga dia salah dalam menghitung umur Aisyah.

2.Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal antara 73 atau 74 Hijriah. dia adalah saudara tertua Aisyah mereka selisih usia 10 tahun.JikaAsma wafat pada usia 100 tahun yaitu tahun73 hijriah.Asma sekitar 27 atau 28 tahun ketika hijriah (622m)

3.Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijriah maka Aisyah berumah tangga sekitar 17 atau 18 tahun.

4.Perang Badar dan perang Uhud.
Aisyah ikut dalam perang Badar dan perang Uhud itu buktinya Aisyah telah berumur 15 tahun keatas.Pada waktu itu tidak dibenarkan ikut dalam perang kecuali telah berumur 15 tahun.Ibn.Umar tidak dibenarkan oleh nabi ikut berperang karena beliau masih berumur 14 tahun.

5.Surat Al-Qamar (bulan).
Aisyah dilahirkan pada tahun kedelapan sebelum hijriah.
Surat 54 dari Al-Quran diturunkan pada tahun kedelapan sebelum Hijriah yaitu pada tahun 614 M.

6.Qs An-Nisaa 4:5 .
Dan ujilah anak-anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin.Ayat ditas jelas tidak dibenarkan kawin dengan anak-anak.
Jadi,tidak mustahil Rasulullah s.a.w menikahi Aisyah ra. saat berumur 6 tahun(kanak-kanak).

7.Setelah meninggal isrti pertama khadijah ,Khaulah datang kepada nabi dan menasehati nabi untuk menikah lagi.Khaulah berkata ‘’ Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) ketika nabi bertanya siapa dia? khaulah menjawab AISYAH’’ kata bikr dalam bahasa Arab adalah sebutan untuk gadis atau wanita DEWASA .

8.Tidak ada tradisi di Arab untuk menikahi gadis dibawah umur.

Ingat!! Pedoman utama umat Islam adalah Al-Qur’an nul karim.
————————–!!
Jadi apabila ada hadist yang bertentangan dengan Al-Qur’an,maka hadist tersebut wajib kita pertanyakan kebenaranya! Maka apabila hadist tentang umur pernikahan Aisyah ra. Dengan Rasulullah SAW ini bertentangan dengan Al-Qur’an,maka dipastikan hadist tsb tidak sahih atau tidak benar untuk dijadikan acuan atau Tertolak kebenaranya.

Dalam Al-Qur’an Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Dengan nama ALLAH yang maha pengasih dan penyayang.

وَآتُواْ النَّسَاء صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِن طِبْنَ لَكُمْ عَن شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْساً فَكُلُوهُ هَنِيئاً مَّرِيئاً
(Qs An-Nisaa 4:4)
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.

وَلاَ تُؤْتُواْ السُّفَهَاء أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللّهُ لَكُمْ قِيَاماً وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُواْ لَهُمْ قَوْلاً مَّعْرُوفاً
(Qs An-Nisaa 4:5)
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik.

وَابْتَلُواْ الْيَتَامَى حَتَّىَ إِذَا بَلَغُواْ النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُم مِّنْهُمْ رُشْداً فَادْفَعُواْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلاَ تَأْكُلُوهَا إِسْرَافاً وَبِدَاراً أَن يَكْبَرُواْ وَمَن كَانَ غَنِيّاً فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَن كَانَ فَقِيراً فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُواْ عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللّهِ حَسِيباً
(Qs An-Nisaa 4:6)
Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).
صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيْمِ
Maha benar Allah,dengan segala firmanNya.
♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡

Jadi berdasarkan firman Allah SWT diatas,tidak dibenarkan untuk menikahi anak-anak yang belum cukup umur,jadi berdasarkan firman-firman Allah subhanahu wa ta’ala didalam Al-Qur’an diatas,maka kesahihan hadist bukhari yang diriwayatkan oleh Hisyam Ibnu Urwah tersebut,TERTOLAK!! Atau hadistnya tidak sahih.
♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡

النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ وَأُوْلُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلَّا أَن تَفْعَلُوا إِلَى أَوْلِيَائِكُم مَّعْرُوفاً كَانَ ذَلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُوراً
(Qs Al-Ahzab 33:6)
Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris-mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmim dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah).

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًۭا
(Qs Al-Ahzab 33:21)
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيراً وَنَذِيراً وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
(Qs Saba 34:27)
Dan Kami tidak mengutus kamu(Muhammad), melainkan kepada umat MANUSIA SELURUHNYA sebagai PEMBAWA BERITA GEMBIRA dan sebagai PEMBERI PERINGATAN, TETAPI KEBANYAKAN manusia TIADA mengetahui.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءكُم بُرْهَانٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُوراً مُّبِيناً
(Qs An-Nisaa 4:174)
Hai MANUSIA, sesungguhnya telah datang kepadamu BUKTI KEBENARAN dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mu’jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).☜

Maha benar Allah dengan segala firmanNya.
Semoga Artikel ini menjadi pencerahan bagi kita semua.
Amin-amin yaa Rabbal alamin.
♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡
۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞
♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡

Tambahan buat pembaca yang dirahmati Allah SWT,.
Untuk melihat Pendapat Tokoh Intelektual non muslim terhadap Nabi Muhammad SAW lihat
DISINI.