InilaH PENDAPAT Tokoh-tokoh INTELEKTUAL Non Muslim terhadap Al-Quran

Gambar

Berikut ini adalah pendapat-pendapat dari Ilmuan dunia yang Gelar mereka Prof. Dr dsb. Dan mereka merupakan imuan yang diakui dunia dibidangnya, dan keluaraan universitas ternama didunia, dan mereka juga peneliti dan penemu yang membenarkan Alqur’an.

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ
(Qs Al-Ankabut 29:49)
“Sebenarnya, Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat-Kami yang nyata, di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat-Kami, kecuali orang-orang yang ZALIM.”

Inilah pendapat” para tokoh Intelektual tersebut.

1. Harry Gaylord Dorman dalam buku “Towards Understanding lslam”, New York, 1948, p.3, berkata: “Kitab Qur’an ini adalah benar-benar sabda Tuhan yang didiktekan oleh Jibril, sempurna setiap hurufnya, dan merupakan suatu mukjizat yang tetap aktual hingga kini, untuk membuktikan kebenarannya dan kebenaran Muhammad.”

2. Prof. H. A. R. Gibb dalam buku “Mohammadanism”, London, 1953, p. 33, berkata sebagai berikut: “Nah, jika memang Qur’an itu hasil karyanya sendiri, maka orang lain dapat menandinginya. Cobalah mereka mengarang sebuah ungkapan seperti itu. Kalau sampai mereka tidak sanggup dan boleh dikatakan mereka pasti tidak mampu, maka sewajarnyalah mereka menerima Qur’an sebagai bukti yang kuat tentang mukjizat.”

3. Sir William Muir dalam buku “The Life of Mohamet”, London, 1907; p. VII berkata sebagai berikut: “Qur’an adalah karya dasar Agama Islam. Kekuasaannya mutlak dalam segala hal, etika dan ilmu pengetahuan…”

4. DR. John William Draper dalam buku “A History of the intelectual Development in Europe”, London, 1875, jilid 1 , p. 343-344, berkata: “Qur’an mengandung sugesti-sugesti dan proses moral yang cemerlang yang sangat berlimpah-limpah; susunannya demikian fragmenter, sehingga kita tidak dapat membuka satu lembaran tanpa menemukan ungkapan-ungkapan yang harus diterima olehsekalian orang. Susunan fragmenter ini, mengemukakan teks-teks, moto dan peraturan- peraturan yang sempurna sendirinya, sesuai bagi setiap orang untuk setiap peristiwa dalam hidup.”

5. DR. J. Shiddily dalam buku “The Lord Jesus in the Qur’an”, p. 111 , berkata: “Qur’an adalah Bible kaum Muslimin dan lebih dimuliakan dari kitab suci yang manapun, lebih dari kitab Perjanjian Lama dan kitab perjanjian Baru.”

6. Laura Vaccia Vaglieri dalam buku “Apologie de I’Islamism, p. 57 berkata: “Dalam keseluruhannya kita dapati dalam kitab ini, suatu koleksi tentang kebijaksanaan yang dapat diperoleh oleh orang-orang yang PALING CERDAS,
filosof-filosof yang terbesar dan ahli-ahli politik yang paling cakap… Tetapi ada bukti lain tentang sifat Ilahi dalam Qur’an, adalah suatu kenyataan bahwa Qur’an itu tetap utuh melintasi masa-masa sejak turunnya wahyu itu hingga pada masa kini…Kitab ini dibaca berulang-ulang oleh orang yang beriman dengan tiada jemu-jemunya. Keistimewaannya pula, Qur’an senantiasa dipelajari/dibaca oleh anak-anak sejak sekolah tingkat dasar hingga tingkat Profesor. “

“Sebaliknya malah karena diulang- ulang ia makin dicintai sehari demi sehari. Qur’an membangkitkan timbulnya perasaan penghormatan dan respek yang mendalam, pada diri orang yang membaca dan mendengarkannya…. Oleh karena itu bukan dengan jalan paksaan atau dengan senjata, tidak pula dengan tekanan mubaligh-mubaligh yang menyebabkan penyiaran Isiam besar dan cepat, tetapi oleh kenyataan bahwa kitab ini, yang diperkenalkan kaum Muslimin kepada orang-orang yang ditaklukkan dengan kebebasan untuk menerima atau menolaknya adalah kitab Tuhan. Kata yang benar, mukjizat terbesar yang dapat diperlihatkan Muhammad kepada orang yang ragu dan kepada orang yang tetap berkeras kepala.”

7. Prof. A. J. Amberry, dalam buku “De Kracht van den Islam”, hlm. 38, berkata: “Qur’an ditulis dengan gaya tak menentu dan tidak teratur, yang menunjukkan bahwa penulisnya di atas segala hukum-hukum pengarang manusia.”

8. G. Margoliouth dalam buku “Introduction to the Quran” (kata pendahuluan untuk buku J. M. H. Rodwell), London, 1918, berkata: “Diakui bahwa Qur’an itu mempunyai kedudukan yang penting diantara kitab-kitab Agama di dunia. Walau kitab ini merupakan yang terakhir dari kitab-kitab yang termasuk dalam kesusasteraan ini, ia tidak kalah dari yang mana pun dalam effeknya yang mengagumkan, yang telah ditimbulkannya terhadap sejumlah besar manusia yang telah menciptakan suatu phase kemajuan manusia dan satu tipe karakter yang segar.”

9. George Sale dalam buku “Joseph Charles Mardrus-Premilinary Discourse”, berkata: “Di seluruh dunia diakui bahwa Qur’an tertulis dalam bahasa Arab dengan gaya yang paling tinggi, paling murni….diakui sebagai standard bahasa Arab… dan tak dapat ditiru oleh pena manusia… Oleh karena itu diakui sebagai mukjizat yang besar, lebih besar daripada membangkitkan orang mati, dan itu saja sudah cukup untuk meyakinkan dunia bahwa kitab itu berasal dari Tuhan.”

10. E. Denisen Ross dari “Introduction to the Koran-George Sale”, p. 5, berkata: “Qur’an memegang peranan yang lebih besar terhadap kaum Muslimin daripada peranan Bible dalam agama Kristen. Ia bukan saja merupakan sebuah kitab suci dari kepercayaan mereka, tetapi juga merupakan text book dari upacara agamanya dan prinsip-prinsip hukum kemasyarakatan.Sungguh sebuah kitab seperti ini patut dibaca secara meluas di Barat, terutama di masa-masa ini, di mana ruang dan
dan waktu hampir telah dipunahkan oleh penemuan-penemuan modern.”

11. James A. Michener dalam “Islam the Misunderstood Religion Readers Digest”, Mei 1955, berkata sebagai berikut: “Berita Qur’an inilah yang mengusir patung-patung dewa!!
dan memberikan ilham kepada manusia untuk merevolusikan hidup dan bangsa mereka…. Kombinasi antara persembahan kepada Satu Tuhan ditambah dengan perintah prakteknya yang membuat Qur’an menjadi khas. Bangsa yang beragama di Timur yakin bahwa negara mereka hanya akan diperintah dengan baik apabila hukum-hukumnya sejalan dengan Qur’an.

12. W.E. Hocking dalam “Spirit of World Politics New York 32″, p. 461 , berkata: “…saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa Qur’an berisi amat banyak prinsip-prinsip yang diperlukan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa hingga pertengahan abad ke-13, Islamlah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.”

13. Napoleon Bonaparte.
a. Dari “Stanislas Cuyard-Ency des Sciences Religioses”, Paris, 1880, jilid IX, p. 501 berkata sebagai berikut: ” Selama abad-abad pertengahan, sejarah Islam peradaban sepenuhnya.

BERKAT KEULETAN KAUM MUSLIMINLAH MAKA ILMU PENGETAHUAN dan falsafah Yunani TERTOLONG dari KEBINASAAN, dan kemudian datang membangunkan dunia Barat serta membangkitkan gerakan intelektual sampai pada pembaruan Bacon. Dalam abad ke-7 dunia lama itu sedang dalam sakaratulmaut.Muhammad memberi kepada mereka sebuah Qur’an yang rnerupakan titik tolak ke arah dunia baru.”

b. Dari buku “Bonaparte et I’Islam oleh Cherlifs, Paris, p. 105, berkata sebagai berikut: “I hope the time is not far off when I shall be able to unite all the wise and educated men of all the countries and establish a uniform regime based on the prinsiples of the Qur’an wich alone can lead men to happiness.

Artinya:
Saya meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan semua manusia yang BERAKAL dan BERPENDIDIKAN TINGGI untuk memajukan satu kesatuan kekuasaan yang berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam, karena hanyalah Qur’an itu satu-satunya kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada kebahagiaan.*

14. Prof. Yoshihide Kozai Guru Besar Universitas Tokyo dan Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo, Jepang, Sulit membayangkan bahwa tipe pengetahuan ini telah ada pada 1400 tahun yang lalu. Mungkin ada beberapa hal yang mereka memiliki ide sederhana tetapi untuk menggambarkan hal ini secara detail sangat susah. Sehingga, hal ini tidak didefinisikan ilmu pengetahuan manusia secara sederhana.

Beberapa di antara mereka mengatakan bahwa pengetahuan bisa berasal dari luar alam semesta ini. “ Saya sangat terkesan dengan menemukan fakta-fakta kebenaran astronomi dalam Quran, dan bagi kami para astronom modern telah mempelajari potongan-potongan yang sangat kecil dari alam semesta, Kami telah memusatkan upaya kami untuk memahami bagian terkeci itu. Karena dengan menggunakan teleskop, kita dapat melihat bagian yang paling kecil dari langit tanpa berpikir tentang alam semesta. Dan alqur’an menjawab semua pertanyaan dan apa yang dikatakan alqur’an tentang astronomomi benar tidak ada kesalahan sedikitpun, dan alqur’an ini merupakan jalan dan patner buat saya untuk investigasi alam semesta. ”

15. Prof: Dr. T. V. N. Persaud Ahli anatomi, ahli kesehatan anak-anak,dan ahli ginekologi kebidanan dan ilmu reproduksi di Universitas Manitoba, Winnipeg, Menitoba,Kanada. Persaud is Professor of Anatomy, Professor of Pediatrics and Child Health, and Professor of Obstetrics, Gynecology, and Reproductive Sciences at the University of Manitoba, Winnipeg, Manitoba, Canada. There, he was the Chairman of the Department of Anatomy for 16 years. He is well-known in his field. He is the author or editor of 22 textbooks and has published over 181 scientific papers. In 1991, he received the most distinguished award presented in the field of anatomy in Canada, the J.C.B. Grant Award from the Canadian Association of Anatomists. When he was asked about the scientific miracles in the Quran which he has researched, he stated the following:

Dia mengatakan: Muhammad tidak bisa menulis dan membaca, seorang yang geniuspun tidak akan mampu membuat pernyataan yang menakjubkan dan akurat tentang fakta kebenaran ilmiyah.Dan Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. “ dan tidak menyulitkan akal saya untuk menerima dan mengatkan bahwa alqur’an adalah wahyu ilahi.

We’re talking about 1400 years ago, you have some illiterate person making profound statements that are amazingly accurate, of a scientific nature… 3. Prof. Dr. William W. Hay Hay is a well-known marine scientist. He is Professor of Geological Sciences at the University of Colorado, Boulder, Colorado, USA. He was formerly the Dean of the Rosenstiel School of Marine and Atmospheric Science at the University of Miami, Miami, Florida, USA. After a discussion with Professor Hay about the Quran’s mention of recently discovered facts on seas, He said:. “I find it very interesting that this sort of information is in the ancient scriptures of the Holy Qur’an, and I have no way of knowing where they would have come from. But I think it is extremely interesting that they are there and this work is going on to discover it, the meaning of some of the passages.”

16. Prof. Dr. E. Marshall Johnson Guru Besar ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi, Universitas Thomas Jefferson, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat. and the Director of the Daniel Baugh Institute. He was also the President of the Teratology Society. He has authored more than 200 publications. In 1981, during the Seventh Medical Conference in Dammam, Saudi Arabia, Professor Johnson said in the presentation of his research paper:

Alquran tidak hanya menjelaskan perkembangan dari bentuk eksternal, tetapi juga menekankan tahap internal, tahapan dalam embrio, penciptaan dan perkembangannya, menekankan peristiwa besar yang diakui oleh ilmu pengetahuan kontemporer. ” Sebagai seorang ilmuwan, saya hanya bisa mengatkan sesuatu apa yang dapat saya lihat. Saya bisa mengerti embriologi dan biologi perkembangan. Saya bisa memahami kata-kata yang diterjemahkan kepada saya dari Al Qur’an, dan apa yang dikatakan alqur’an semuanya benar, jikalau saya pindah kezaman nabi muhammad dan saya membaca alqur’an saya tidak mungkin bisa menjelaskan apa yang ada dalam alqur’an, dan ini adalah bukti bahwa ini adalah wahyu ilahi dan saya percaya itu.

17. Prof: Dr. Gerald C. Goeringer is a Professor and Coordinator of Medical Embryology in the Department of Cell Biology, School of Medicine, Georgetown University, Washington DC, USA. In a relatively few ayahs (Qur’anic verses) is contained a rather comprehensive description of human development from the time of commingling of the gametes through organogenesis. No such distinct and complete record of human development such as classification, terminology, and description existed previously. In most, if not all instances, this description antedates by many centuries the recording of the various stages of human embryonic and fetal development recorded in the traditional scientific literature.

18. Prof. DR. Keith L. Moore is a professor emeritus in the division of anatomy (department of surgery), former Chair of anatomy from 1974 to 1984[1] and associate dean for Basic Medical Sciences (Faculty of Medicine) at the University of Toronto, Ontario, Canada. He has also worked at the King Abdulaziz University in Jeddah, Saudi Arabia. Moreover, he is a founding member of the American Association of Clinical Anatomists (AACA). He was President of the AACA between 1989 and 1991[2]. He is most known for his textbooks on the subjects of anatomy and human embryology.

Telah jelas bagi saya bahwa pernyataan ini pasti berasal dari Allah melalui Muhammad, sebab hampir seluruh pengetahuan ini tidak ditemukan sampai beberapa abad setelahnya. Hal ini membuktikan kepada saya bahwa Muhammad adalah utusan Allah. “Karena pementasan embrio manusia sangat kompleks, karena proses berkelanjutan perubahan selama perkembangan, dan sistem klasifikasi baru dapat dikembangkan dengan menggunakan istilah yang disebutkan dalam Al Qur’an dan Sunnah.

Sistem yang diajukan lebih sederhana, komprehensif, dan sesuai dengan pengetahuan embriologi saat ini.

The intensive studies of the Qur’an and Hadith in the last four years have revealed a system of classifying human embryos that is amazing since it was recorded in the seventh century A.D… the descriptions in the Qur’an cannot be based on scientific knowledge in the seventh century.

19. Prof.Dr. Joe Leigh Simpson Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Prof. Molecular dan Genetika Manusia, Baylor College Medicine, Houston, Amerika Serikat and Professor of Molecular and Human Genetics at the Baylor College of Medicine, Houston, Texas, USA. Formerly, he was Professor of Ob-Gyn and the Chairman of the Department of Ob-Gyn at the University of Tennessee, Memphis, Tennessee, USA. He was also the President of the American Fertility Society. He has received many awards, including the Association of Professors of Obstetrics and Gynecology Public Recognition Award in 1992.

Professor Simpson studied the following two sayings of the Prophet Muhammad: these Hadiths (sayings of Muhammad) could not have been obtained on the basis of the scientific knowledge that was available at the time of the ‘writer’… It follows that not only is there no conflict between genetics and religion (Islam) but in fact religion (Islam) may guide science by adding revelation to some of the traditional scientific approaches… There exist statements in the Qur’an shown centuries later to be valid which support knowledge in the Qur’an having been derived from God 8. Prof. Dr. Alfred Kroner Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences, Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz, Jerman.

Dia mengatakan: “Thinking where Muhammad came from…Dan saya pikir sungguh tidak mungkin bahwa muhammad bisa mengetahui banyak hal tentang asal mula alam semesta, karena para ilmuwan hanya menemukan ini beberapa tahun terakhir dengan metode teknologi yang sangat canggih, untuk mengungkap fakta ilmiyah, Jika Anda menggabungkan semua ini dan Anda menggabungkan semua laporan yang dibuat dalam Al Qur’an dalam hal yang berhubungan dengan bumi dan pembentukan bumi dan ilmu pengetahuan pada umumnya, pada dasarnya anda bisa mengatakan bahwa pernyataan yang dibuat ada banyak cara benar, sekarang dapat dikonfirmasikan dengan metode ilmiah, dan dengan cara, kita bisa mengatakan bahwa Qur’an adalah buku teks ilmu pengetahuan sederhana untuk orang sederhana.

Dan pernyataan alqur’an pada waktu alqur’an dituruan tidak dapat dibuktikan, tetapi metode ilmiah modern sekarang ini dapat membuktikan apa yang dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu.

20. Prof.Dr: Tejatat Tejasen:Professor Tejasen studied various articles concerning the Qur’an and modern embryology. He spent four days with several scholars, Muslims and non-Muslims, discussing this phenomenon in the Qur’an and Hadith. During the 8th Saudi Medical Conference in Riyadh, Saudi Arabia he stood up and said:

“In the last three years, I became interested in the Qur’an… From my studies and what I have learned throughout this conference, I believe that everything that has been recorded in the Qur’an fourteen hundred years ago must be the truth, that can be proved by the scientific means.

Saya pikir inilah saatnya mengucapkan “Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”Tidak ada keraguan bahwa al-Quran adalah keajaiban abadi yang kita miliki. Sebagaimana firman Allah di dalam al-Quran
21. Prof. Palmer: Ahli Geologi ternama Amerika Serikat. “llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam Al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu

22 .Professor Armstrong:Prof. Armstrong was asked a number of questions about Qur’anic verses dealing with his field of specialisation. He was eventually asked, “You have seen and discovered for yourself the true nature of modern Astronomy by means of modern equipment, rockets, and satellites developed by man. You have also seen how the same facts were mentioned by the Qur’an fourteen centuries ago. So what is your opinion?” “That is a difficult question which I have been thinking about since our discussion here. I am impressed at how remarkably some of the ancient writings seem to correspond to modern and recent Astronomy. I am not a sufficient scholar of human history to project myself completely and reliably into the circumstances that 1400 years ago would have prevailed. Certainly, I would like to leave it at that, that what we have seen is remarkable, it may or may not admit of scientific explanation, there may well have to be something beyond what we understand as ordinary human experience to account for the writings that we have seen.

23. Prof: Dr Maurice Bucaille: Ia adalah penulis best-seller,”The Bible, The Qur’an and Science” (1976). His classical studies of the scriptural languages, including Arabic, in association with his knowledge of hieroglyphics, have allowed him to hold a multidisciplinary inquiry, in which his personal contribution as a medical doctor has produced conclusive arguments. His work, “Mummies of the Pharaohs – Modern Medical Investigations” (St. Martins Press, 1990), won a History Prize from the Académie Française and another prize from the French National Academy of Medicine. His other works include: “What is the Origin of Man” (Seghers, 1988), “Moses and Pharaoh, the Hebrews in Egypt”, (NTT Mediascope Inc, 1994); and “Réflexions sur le Coran” (Mohamed Talbi & Maurice Bucaille, Seghers, 1989 After a study which lasted ten years, Dr. Maurice Bucaille addressed the French Academy of Medicine in 1976 concerning the existence in the Qur’an of certain statements concerning physiology and reproduction.

His reason for doing that was that : our knowledge of these disciplines is such, that it is impossible to explain how a text produced at the time of the Qur’an could have contained ideas that have only been discovered in modern times.” “The above observation makes the hypothesis advanced by those who see Muhammad as the author of the Qur’an untenable.

How could a man, from being illiterate, become the most important author, in terms of literary merits, in the whole of Arabic literature? How could he then pronounce truths of a scientific nature that no other human-being could possibly have developed at that time, and all this without once making the slightest error in his pronouncement on the subject?”

`°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°`(* `°•.¸¸.•°“°“°•.¸¸.•°

Demikianlah pengakuan para ilmuan tentang kebenaran Alqur’an dan semua ilmuan mengakui kebenaran alqur’an dan mereka semua yakin bahwa Alqur’an adalah kitab suci dari Tuhan.

Subhanallah waa alhamdulillah..para pakar” dan ilmuan yang keahlian dan pengetahuanya jauh lebih tinggi daripada umat kristen yang suka menghuajat Alquran sendiri mengakui kebenaran Alquran,tapi heranya kristen” penghujat yang rata” berwawasan Rendah saja tentang Alquran dan ilmu pengetahuan malah dengan Aroganya menghujat Alquran.

Buat sahabat” nonMuslim.
Rubahlah pandangan kalian terhadap Alquran..
Alquran adalah kitab yg benar” diwahyukan oleh Tuhan kita..yaitu Allah SWT..
Diantara 4 kitab yang diturunkan oleh Allah SWT (Taurat-Zabur/mazmur-injil dan Alquran) hanya Alquran sajalah yang terjaga kemurnianya!sedangkan kitab” lainya sudah dirubah” oleh para Ahli kita Yahudi dan Kristen!

Sebagaimana Firman Allah SWT berikut ini:
Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan(pendeta” yahudi dan nasrani) yang memutar-mutar lidahnya membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata DUSTA terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.
(Qs Al-i’Imran 3:78)

Apakah kamu mengharapkan mereka (Kristen) percaya kepadamu. Padahal sungguh dari golongan mereka (Pendeta) mendengarkan kalimat-kalimat Allah (“babi HARAM” ), kemudian mereka merubahnya (menjadi”Babi Hutan yang HARAM” ) setelah mereka mengerti dan mengetahui.
(QS Al- Baqarah 2:75)

“Maka “KECELAKAAN yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-kitab (babi hutan) dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit (mendapat uang jemaat). dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan”.
(Qs Al-Baqarah 2:79)

Ini bisa dibuktikan, bagaimana kecelakaan orang-orang yang merubah kitab di akhir kematian mereka.
“Umumnya mati TRAGIS !!

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءكُم بُرْهَانٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُوراً مُّبِيناً
(Qs An-Nisaa 4:174)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mu’jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).☜

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
(Qs Al-Hijr 15:9)
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Kitab (Al Quraan) ini tidak ada
keraguan padanya; petunjuk bagi
mereka yang bertaqwa, ”
(Qs Al-baqarah 2:2)

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (Qs Al-Baqarah 2: 23)

Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.
(Qs Al-israa’ 17:88)

“Dan sesungguhnya, Kami telah menurunkan kepadamu (Muhammad) ayat-ayat-Kami yang jelas (dalam Al-Qur’an). Dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.”
(Qs Al-Baqarah 2:99)

“Sebenarnya, Al-Qur’an itu adalah ayat-ayat-Kami yang nyata, di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat-Kami, kecuali orang-orang yang zalim.”
(Qs Al-Ankabut 29:49)

”Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap
ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu
adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia
menyaksikan segala sesuatu?
(Qs Fushshilat ayat 53 )

Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka MENCUCURKAN AiR
MATA disebabkan kebenaran (Al-Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan
kenabian Muhammad SAW).
﴾Qs Al-Maidah 5:83﴿


_______________________________________…
*(▒▒ `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.` `°•.¸¸.•°“°“°°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°“°°••° ░░)*

الرَّحْمَنُ
(Qs Ar-Rahman 55:1)
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,

عَلَّمَ الْقُرْآنَ
(Qs Ar-Rahman 55:2)
Yang telah mengajarkan al Quraan.

خَلَقَ الْإِنسَانَ
(Qs Ar-Rahman 55:3)
Dia menciptakan manusia.

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
(Qs Ar-Rahman 55:4)
Mengajarnya pandai berbicara.

(Qs Ar-Rahman 55:5)
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

(Qs Ar-Rahman 55:6)
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada Nya.

(Qs Ar-Rahman 55:7)
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).

(Qs Ar-Rahman 55:8)
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.

(Qs Ar-Rahman 55:9)
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.

(Qs Ar-Rahman 55:10)
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).

(Qs Ar-Rahman 55:11)
Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.

(Qs Ar-Rahman 55:12)
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

(Qs Ar-Rahman 55:13)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

(Qs Ar-Rahman 55:14)
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,

(Qs Ar-Rahman 55:15)
dan Dia menciptakan jin dari nyala api.

(Qs Ar-Rahman 55:16)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

(Qs Ar-Rahman 55:17)
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya

(Qs Ar-Rahman 55:18)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

(Qs Ar-Rahman 55:19)
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,

(Qs Ar-Rahman 55:20)
0 antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.

(Qs Ar-Rahman 55:21)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

(Qs Ar-Rahman 55:22)
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

(Qs Ar-Rahman 55:23)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

(Qs Ar-Rahman 55:24)
Dan kepunyaanNya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.

(Qs Ar-Rahman 55:25)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

(Qs Ar-Rahman 55:26)
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

(Qs Ar-Rahman 55:27)
Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

(Qs Ar-Rahman 55:28)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

(Qs Ar-Rahman 55:29)
Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

(Qs Ar-Rahman 55:30)
Maka ni’mat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?

:::::::: (*

Artikel terkait:

Untuk melihat Pendapat Tokoh non muslim terhadap Nabi Muhammad SAW lihat
DISINI.

Dan untuk melihat Daftar Belasan Ribu Ayat yang Dibuang dari Bible lihat
DISINI.

Dan untuk melihat PENDAPAT” Tokoh-tokoh INTELEKTUAL Non Muslim terhadap Bible lihat
DISINI.

Dan untuk melihat sejarah permulaan ajaran Trinitas diberlakukan lihat DISINI.

Semoga artikel” ini bermanfaat dan bisa memberikan pencerahan kepada kita semua.
Amin.