Kebiadaban dan kekejaman Teroris Salibis terhadap Muslim Ambon!!!

Dengan tanpa bermaksud memprovokasi atau membuka lembaran kelam yang mengiris hati dan mengundang air mata duku bagi kaum Muslims,akan tetapi berhubung ada beberapa sikap (seolah-olah) “menoleransi” dari beberapa orang Kristen terhadap kasus ini, maka Wiro “membukukan” artikel ini di situs ini untuk mengingatkan (seringnya) “gaya” ngeles (baca: out of context dan out of focus) orang-orang Kristen terhadap sikap pemeluknya/sikap Gereja sebenarnya yang sangat BIADAB yang melampaui batas kebinatangan dengan mengalihkan fokus kejadian ke persoalan,seolah-olah ajaran mereka adalah ajaran Kasih!!!(((HueeeK)))!!

Kesaksian Utusan Dewan Dakwah : Orang Kristen Ambon Plus Aparat Lokal Membantai Umat Islam!!!!

Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengirimkan utusannya, M Hafidz MSc, ke Ambon untuk mengirimkan bantuan dan meliput tragedi pembantaian Muslimin yang dilancarkan oleh orang-orang Kristen. Penyerangan dan pembantaian itu berlangsung sampai 3 bulan, Januari hingga April 1999.

Berikut ini kesaksian M Hafidz selaku wakil ketua KOMPAK (Komite Penanggulangan Krisis) satu lembaga di lingkungan DDII. Sejumlah gambar foto hasil rekamannya pun dimuat di buku ini (Ambon Bersimbah Darah oleh Hartono Ahmad Jaiz, Dea Press, Jakarta, 1999).

Dari dulu, kaum keristen ambon telah menjadi pasukan salibis (KNIL Belanda)
Penyerangan yang dilakukan orang-orang Kristen terhadap Muslimin di Ambon khususnya, dan di Maluku pada umumnya, jelas-jelas menunjukkan tingginya kebencian mereka terhadap ummat Islam.

Bayangkan. Mereka sudah menyerang ummat Islam di Hari Raya Idul Fitri 1419H tanggal 19 dan 20 Januari 1999M. Mereka membantai ummat Islam, maka banyak jatuh korban tewas, dan banyak pula yang luka-luka. Orang-orang Kristen itu menyerang dalam keadaan mabuk habis minum-minum. Setiap kali mereka menyerang selalu dalam keadaan mabuk seperti itu. Senjata mereka adalah panah beracun, panah berapi, parang, tombak, bom molotov, senjata api, bahkan basoka RPG7, senjata Amerika atau NATO. Semuanya itu sudah dipersiapkan sejak Oktober 1998, 4 bulan sebelum mereka menyerang Muslimin. Sedang Ummat Islam tidak siap apa-apa. Maka kala itu (awal-awal diserangnya itu) ummat Islam banyak jatuh korban.

Setelah Ummat Islam diserang orang-orang Kristen, korban-korban yang luka dibawa oleh Muslimin ke rumah sakit umum di Kampung Kuda Mati, Kota Ambon. Kampung Kuda Mati itu kampung Kristen. Lalu orang-orang Kristen menyerbu masuk ke rumah sakit umum itu, memeriksa para medis RSU dengan memeriksa KTP (kartu tanda penduduk), kalau ternyata Islam maka diserang. Sedang pasien-pasien yang luka yakni korban-korban akibat serangan orang Kristen yang kemudian dikirim ke RSU ini, lalu dibunuhi oleh orang-orang Kristen yang datang dan menyerang secara membabi buta itu. Ini jelas-jelas biadab, dan perang agama. Sampai-sampai, orang-orang Kristen itu menyerbu ke kantor-kantor Pemda (Pemerintah daerah), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Pos dsb di Ambon, dengan memeriksa KTP para pegawai. Kalau ternyata pegawai itu KTPnya bertanda agama Islam maka dibunuh. Ada yang dibunuh di halaman kantor. Itu semua tidak ada lain, hanya karena mereka itu benci kepada Islam.

Maaf,dengan rasa berat hati dan sangat terpaksa,Wiro beranikan diri dan kuatkan hati untuk menampilkan beberapa bukti Foto,agar kita kaum Muslim khususnya agar mengerti bagaimana sebenarnya ajaran kristen yg berstempel palsu untuk menutupi Kebiadaban”nya dg memberikan label ajaran Kasih itu!!!!(((HueeeeK))))
Berikut ini fotonya:

GambarGambarGambarGambarGambarGambarGambar

Dan berikut ini adalah Video pembantaian Umat Islam oleh TERORIS Salibis saat Umat Islam melakukan Shalat dan berlindung didalam Masjid.

Tanpa belas kasihan,mereka melakukan pembantaian secara membabi Buta! Tidak perduli anak”ibu” maupun orang” tua yang jelas” tidak melakukan perlawanan tapi Mereka Bantai semua secara Keji dan BIADAB!!!!!!!

Inalillahi wainalillahi rajiun…..
Semoga saudara/i kita yg gugur tersebut menjadi syuhada karena gugur dalam membela agama Allah.
Amin.

Aparat Kristen lokalpun terlibat dalam membantaian kaum Muslimin!

Kebrutalan mereka yang sudah sebegitu itu masih pula ditambahi dengan pembunuhan atau penyelenggaraan pembunuhan yang dilakukan oleh aparat keamanan yakni polisi dan tentara lokal yang beragama Kristen terhadap ummat Islam.

Bukti-bukti ikut sertanya aparat lokal membunuhi ummt Islam itu, pertama, di Masjid Al-Huda Kampung Rinjani Ambon, yakni peristiwa shubuh berdarah, 1 Maret 1999M. Yang ditembak mati di dalam masjid 1 orang, dan yang ditembak mati di luar masjid 2 orang, sedang yang luka tembak beberapa orang. Menembaknya dari luar masjid.

Jama’ah shubuh itu imamnya yang imam rawatib (rutin tiap waktu) tak hadir. Maka digantikan yang lain. Di sinilah kemudian kalau ada perbedaan keterangan, itu karena yang dimintai keterangan itu imam rawataib yang ketika itu tak hadir. Nah, yang mati karena ditembak di dalam masjid (menembaknya dari luar masjid) itu seorang makmum masbuq(ketinggalan). Yang lain sudah selesai shalat, sedang dia belum, maka meneruskan shalatnya. Dia inilah yang ditembak mati sedang shalat. Yang menembak adalah polisi dari Polda Maluku (setempat). Saya ada rekaman video orang-orang yang ditembak itu. Yang masih hidup, di antaranya yang kakinya hancur kena tembak, masih bisa ngomong (bicara), menjelaskan.

Jadi jelas yang menembak itu memang aparat keamanan lokal.

Bukti kedua, penembakan di Masjid Tantui Kampung Tomia di Kota Ambon. Tiga orang Muslim ditembak mati oleh polisi dan tentara lokal. Yang meninggal itu (1) Faisal Marasabessi, (2) Abu Bakar Nankatu dipukuli dan ditembak, dan (3) Baharuddin Bugis ditembak dengan senjata laras panjang ditempelkan di bawah tenggorokan lalu didor, maka pelurunya muncrat menembus ubun-ubun. Saya melihat dan memvideo (merekam dengan kamera video) korban beberapa saat setelah ditembak itu. Yang menembak itu aparat beragama Kristen dan masih tetangganya. Jadi masyarakat kenal semua: nama, pangkat, dan kesatuannya. Dan memang penembak itu orang Kristen (Protestan). Di Ambon, yang Kristen kebanyakan Protestan, sedang di Maluku Tenggara itu Katolik.

Cara-cara menyerang

Cara-cara orang Kristen menyerang Muslimin yaitu mereka datang bergelombang, dalam keadaan mabok, matanya merah-merah karena habis minum-minuman keras. Mereka membawa panah beracun, panah berapi, parang, dan bom-bom molotov untuk membakar. Orang-orang Kristen itu sudah mempersiapkan diri untuk menyerang Muslimin. Parang (golok) yang dijadikan senjata tu sudah dipersiapkan sejak Oktober 1998. Mereka memesan ratusan parang dari Kampung Iha di Saparua. Hanya saja orang Islam tidak faham, untuk apa ratusan parang didatangkan ke Ambon oleh orang-orang Kristen itu. Ada juga yang merakit senjata.

Menurut sumber dari Korem —yang tentu saja tidak bisa disebutkan namanya— senjata-senjata itu diantaranya didatangkan dari Belanda dibarengkan dengan pengiriman mayat. Ada pengiriman mayat dari Belanda sebanyak 6 atau 7 kali, tidak sekaligus. Peti-peti mati yang dikirim dari Belanda itu diisi pula dengan senjata RPG7 Basoka (senjata Amerika ataupun NATO). Itulah yang kemudian untuk menyerang ummat Islam, di antaranya di Saparua.

Tragedi berdarah itu, awal-awalnya yang banyak jadi korban adalah orang Islam, yakni penyerangan oleh orang Kristen terhadap ummat Islam di Hari Raya Idul Fitri 1419H/ 19-20 Januari 1999M.

Karena, orang Islam tidak siap, dan tidak tahu kalau akan diser¬ang. Lantas, mulai Februari 1999M aparat dikirim ke Ambon, yakni Kostrad dari Ujung Pandang. Tugasnya mengamankan. Dalam logika aparat, pihak yang menyerang —yakni orang-orang Kristen— itu perusuh, maka diberi tembakan peringatan ke atas. Tetapi orang-orang Kristen itu tetap saja menyerang ummat Islam. Kemudian ada yang ditembak. Itulah kemudian yang mereka klaim sebagai banyak korban dari pihak mereka. Tapi sebenarnya tidak banyak.

Rumah-rumah orang Kristen dan gereja-gereja banyak yang utuh, karena memang orang Islam tidak membakar. Orang Islam hanya mempertahankan diri. Terakhir, untuk memancing ummat Islam, malah mereka (orang-orang Kristen) sendiri yang membakari rumah-rumah mereka. Itu jelas-jelas diketahui oleh para saksi mata. Orang menyaksikan kejadian itu, dan memang mereka (orang Kristen) sendiri yang membakari rumah mereka yang telah dikosongkan. Licik, memang.

Dari segi korban orang-orang Kristen, karena ummat Islam sifatnya hanya bertahan atau mempertahankan diri, maka pihak Kristen yang mati hanyalah yang menyerang. Jadi tidaklah wanita-wanita atau anak-anak atau orang-orang tua, yang terbunuh di pihak Kristen itu. Orang Islam tidak menyerang.

Sebenarnya, belum ada jumlah korban yang akurat secara pasti. Karena tidak terdata semuanya.

Para korban yang Muslim kita yakini sebagai syuhada’, mati syahid karena mempertahankan Islam, agama Allah. Dibunuh oleh orang-orang Kristen yang menyerang. Maka para syuhada’ itu tidak dimandikan, tidak dikafani, dan tak dishalati, cukup dikubur bersama pakaiannya yang berlumuran darah, sebagai saksi di hadapan Allah SWT.

Mengenai orang Muslimah hamil tua lalu dibelah perutnya oleh orang Kristen, bayinya dikeluarkan lalu dicincang-cincang, saya datang ke sana sudah berlalu, saya tidak melihatnya. Namun berita itu diketahui oleh seluruh masyarakat.

Penyerangan di luar Ambon, selain di Ahuru, terakhir di Maluku Tenggara, tepatnya di Tual, di Kampung Larat, Jum’at berdarah (2 April 1999M). Dalam penyerangan brutal itu imam Masjid Larat, H Abdul Aziz Rahayantel dibunuh di dalam masjid, Jum’at itu. 3 orang Muslim dibunuh di dalam masjid. Tidak sampai seminggu, korban meninggal sudah mencapai lebih dari seratus orang. Di kampung Kei Besar yang meninggal paling banyak Muslim, sedang di Kampung Kei Kecil kebanyakan yang meninggal Katolik. Ini baru saja saya berhubungan dengan pihak sana.

Orang-orang Kristen menyerang ummat Islam itu tidak tentu waktunya. Kadang-kadang malam, kadang-kadang shubuh, kadang siang atau sore. Seperti di Hari Raya Idul Fitri itu penyerangan terhadap ummat Islam dilakukan siang hari menjelang sore, tetapi saat lain, peristiwa shubuh berdarah itu waktu shubuh. Sedang di Larat, penyerangan terhadap ummat Islam dilakukan ba’dal Jum’at, siang hari. Itulah kebencian orang Kristen terhadap ummat Islam yang diujudkan dengan penyerangan, pembunuhan, pembakaran, dan pengrusakan, yang justru didukung oleh aparat keamanan setempat. (H. Hartono Ahmad Jaiz).

April 1999M, Dzulhijjah 1419H

(Dari Buku hartono Ahmad Jaiz, Ambon Bersimbah Darah, Dea Press, Jakarta, 1999, halaman 93-97).

Jadi buat kaum Muslimin,JANGAN Terkecoh dan Percaya dengan embel” Ajaran Kasih kristen!!!
Karena Logo
“Ajaran Kasih hanyalah Kedok BELAKA untuk menutupi KEBIADABAN ajaran Iblis Haus DARAH mereka!”!!

Silahkan lihat bukti lain dari KEBIADABAN-KEBIADABAN agama Kristen Diseluruh Dunia Disini..

Dan Buat Pembaca Kristen:::Sadarlah kalian,jika kalian Manusia yang punya Hati Nurani dan Kasih sayang akan sesama,ketahuilah bahwa agama kristen yg kalian anut itu adalah agama buatan Paulus sang Pendusta dan pembunuh Bengis!!!
Kalian jangan mau ditipu oleh gereja dg menjadikan kalian sebagai Domba yg diperalat oleh mereka!!!
Kalian itu juga Manusia,sama seperti kami!!!
Kalian bukan Domba,kalian itu Manusia sama seperti kami!!!

Percayalah wahai Kristen!!
Agama yg kalian anut bukanlah agama dari Allah,dan bukan pula Ajaran dari Yesus!
Tetapi agama yg kalian anut itu adalah agama Buatan paulus!!!
Sadarlah!!! Dan kembalilah kejalan Allah untuk hanya Berbakti dan menyembah hanya kepada Allah,yaitu dengan cara BERISLAM(((((berserah diri dan Tunduk kepada Hukum” Allah)))))

Bersujudlah kepada Allah sebagaimana
BERSUJUDNYA YESUS kepada ALLAH SWT.!!

Semoga kalian semua pada Sadar atas kebohongan agama((kristen)) buatan Paulus kalian.
Amin.