Tuhan yang Aneh :D Masak Tuhan Berdoa kepada Tuhan ??? huuhh Botolnya tuch kristen!

Gambar

Mungkin di antara pembaca masih ada yang ingat
dengan iklan sebuah minuman Vitamin C yang dibintangi
oleh Joshua dengan jargonnya yang terkenal Jeruk Kok
Minum Jeruk???

Jargon tersebut jenaka, mengena untuk menyampaikan
bahwa minuman yang sedang diminum Joshua sama
persis dengan memakan buah jeruk aslinya, baik dari
kandungan vitamin dan kesegarannya.

Cerita bermula ketika Joshua yang sedang minum
minuman vitamin C tiba-tiba datang jeruk yang
dimanusiakan, artinya jeruk tersebut telah dikreasikan
mempunyai sifat seperti manusia, ingin minum seperti
Joshua.
Minta dong, !!!? kata jeruk kepada Joshua untuk meminta
minuman Joshua. Jeruk kok minum jeruk ??? jawab Joshua secara retoris untuk menunjukkan ketidakpercayaannya,mana mungkin jeruk mempunyai
keinginan untuk minum jeruk???😀

Jargon Jeruk minum jeruk ini sekarang telah diplesetkan
oleh pelawak-pelawak untuk menggambarkan hubungan
sejenis antara waria dengan waria, dimana, kalau pada
iklan Joshua, jargon tersebut memanusiakan jeruk, tetapi
pada kasus waria, jargon tersebut untuk
menggambarkan mewanitakan laki-laki, yang akhirnya
menimbulkan pertanyaan ketidakpercayaan???

Masa laki-
laki berhubungan dengan laki-laki???
😛
Homo kayak Para Pastor” dong😀

Memanusiakan jeruk atau mewanitakan laki-laki, adalah
menempatkan subyek tidak pada predikatnya atau
fungsinya, implikasinya adalah kelucuan, keanehan,
ketidakwajaran, kerancuan dan kemustahilan.

Allah SWT berfirman dalam Qs Al-maidah ayat 73:
لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَـهٍ إِلاَّ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَإِن لَّمْ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
(Qs Al-maidah 5:73)
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.
——————!!

Memberikan predikat Tuhan kepada nabi Isa as,
disamping akan menjadikan kekafiran juga akan
menimbulkan implikasi yaitu kerancuan, keanehan,
ketidakwajaran dan kemustahilan keyakinan. Kita akan
mengetahui jargon jeruk minum jeruk ternyata sangat
tepat diterapkan kepada kesalahan memberikan predikat
Tuhan kepada nabi Isa as.

Mari kita kaji implikasinya.
Sekilas Tentang Ketuhanan Yesus
Menurut dogma dalam agama Kristen, Tuhan yang ada di
langit berfirman, kemudian firman itu menjelma menjadi
seorang manusia yang bernama Yesus :
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama
dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Injil Yohanes
1-1

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara
kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu
kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak
Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Injil
Yohanes : 1:14

Menurut ayat diatas, Tuhan yang ada di langit
berfirman, dan firman itu adalah Tuhan, kemudian firman
itu menjelma menjadi manusia, jadi ketika Tuhan telah
menjelma menjadi manusia, maka tidak ada lagi Tuhan
yang lain selain Yesus atau dengan kata lain tidak ada
lagi Tuhan yang ada di langit, karena Tuhan telah tinggal
di Bumi dengan rupa Yesus.😀
Hadeuuuh ;(

Gambar

Bila ada yang meyakini bahwa masih ada Tuhan yang di
langit sementara dalam waktu yang bersamaan meyakini
Yesus sebagai Tuhan yang ada di Bumi, berarti
keyakinan tersebut sama dengan mengatakan bahwa
Tuhan tidak Esa atau le-bih dari satu.
Memang beragam pemahaman umat Kristen tentang
dogma Trinitas tersebut, hal ini tidak bisa dihindari
karena ketuhanan Yesus adalah dogma yang dipaksakan. ;(

Dalam diskusi Wiro dengan orang-orang Kristen,
dikatakan bahwa bila Wiro tidak paham dan tidak bisa
menerima teologi Trinitas, semata-mata karena Wiro
tidak mendapat bimbingan Roh Kudus.
😀

Padahal, banyak sekali umat Kristen yang bingung
dengan teologi Trinitas, apakah mereka juga tidak
mendapat bimbingan Roh Kudus ???

Sekarang mari kita
uji seilmiah mungkin, tentang teologi ketuhanan Yesus
yang menyatakan bahwa Tuhan telah menjelma menjadi
Yesus, tentu saja tidak ada lagi Tuhan selain Yesus,
karena ayatnya menyatakan menjelma bukan membelah
diri.

Tuhan Bersyukur Kepada Tuhan
Suatu ketika Yesus melihat seorang wanita menangis
karena saudaranya laki-laki telah meninggal dunia,
wanita tersebut memohon kepada Yesus agar
menghidupkan kembali saudaranya. Maka masygullah
hati Yesus untuk menolong wanita tersebut, Yesuspun
berhasil menghidupkan kembali saudara laki-laki wanita
tersebut lalu Yesuspun bersyukur kepada Tuhan :
@

Gambar

@
Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus
menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucap
syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan
Aku. Yohanes 11:41

———-!!
Dalam ayat tersebut sangat nyata disebutkan, Yesus
bersyukur kepada Tuhan Bapa, padahal Yesus sendiri
diyakini sebagai Tuhan, adalah aneh dan rancu, Tuhan
bersyukur???😀,

Artinya Tuhan bersyu-kur kepada Tuhan.
Banyak sekali pertanyaan yang timbul, salah satunya
kepada Tuhan yang mana Yesus bersyukur????

bukankah
Tuhan telah menjelma menjadi diri Yesus???

Apakah Yesus
bersyukur kepada dirinya sendiri???
tentu saja tidak!!

Karena sikap tersebut merupakan sikap yang tidak
masuk akal, seperti pertanyaan retorika Yoshua :
Jeruk kok minum Jeruk???🙂

Sikap Yesus menengadah ke atas bukanlah sikap kosong,
artinya memang ada yang dituju yaitu Tuhan yang ada di
langit, kalau meyakini Yesus sebagai Tuhan, tidak bisa
tidak, harus meyakini Tuhan itu tidak Esa alias lebih dari
satu. Yaitu Tuhan yang menerima rasa Syukur Yesus dan
Tuhan yang satunya lagi yaitu Yesus sendiri.!

Pemahaman
ini bertentangan dengan ayat :
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama
dengan Allah dan Firman itu adalah Allah Firman itu telah
menjadi manusia!
—————————–!

Ayat yang bergaris bawah menunjukkan bahwa Tuhan
telah berubah menjadi Yesus , ayat ini sama sekali tidak
menunjukkan Tuhan memperbanyak diri menjadi dua
seperti sel yang membelah diri untuk berkembang biak.

Tentu saja tetap harus dijawab,!

Yesus berdoa kepada
Tuhan yang mana kalau Yesus masih diyakini sebagai
Tuhan ???

Tuhan Berdoa Kepada Tuhan
Di dalam Alkitab banyak ayat yang mengisahkan Yesus
berdoa kepada Tuhan🙂

Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh
berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang
bertetesan ke tanah. Lukas 22:43-44
—!!

Dalam ayat diatas, Yesus berdoa kepada Tuhan.
sangat nyata ada obyek yang dimintai Yesus yaitu
Tuhan, dan nyata pula Yesus sangat bergantung kepada
Tuhan, Tuhan yang mana lagi ???

Bukankah telah
disebutkan dalam yohanes 1:1 dan Yohanes 1:14 Tuhan
telah menjelma menjadi Yesus, mungkinkah Yesus
berdoa kepada dirinya sendiri???
Jelas mustahil yang
sama mustahilnya dengan ungkapan :
Jeruk minum Jeruk?
Kecuali bila diyakini ada Tuhan selain Yesus, !!

Artinya
sebelum Tuhan menjelma menjadi Yesus memang telah
ada Tuhan yang lainnya. Berikut ini argumentasi teologi
tersebut :
Fase 1: Tuhan A dan Tuhan B
Fase 2: Tuhan A menjelma menjadi Yesus
Fase 3: Tuhan Yesus dan Tuhan B
Berdasarkan teologi ini, bila Yesus dikatakan berdoa
ataupun bersyukur itu berarti Tuhan yang dituju Yesus
adalah Tuhan B, tetapi teologi ini juga sangat batil,
karena bertentangan dengan ayat-ayat berikut ini :
Bahwa TUHANlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.
Ulangan 4:35
——————-!!

Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa
Tuhan-lah Allah yang di langit di atas dan di bumi di
bawah, tidak ada yang lain. Ulangan 4:35
—–!!

“Kamu inilah saksi-saksiKu,” demikianlah firman Tuhan,
“dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu
dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap
Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah
Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak
ada juruselamat selain dari pada-Ku. Yesaya 43:10-11

——-!!

Lalu apa maksud Yesus berdoa memohon kepada
Tuhan???

Bila dijawab Tuhan berdoa kepada Tuhan yang
lain pasti salah, bila dijawab Yesus berdoa kepada
dirinya sendiri juga salah.😀

Jadi Jawaban macam apapun akan
berbenturan dengan Alkitab dan rasionalitas manusia,
selama tetap menuhankan Yesus.!
Tuhan Diperintah Tuhan
Ada sebuah ayat yang berbunyi :

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka
mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan
mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Yohanes
17:13
————–!!

Dalam ayat tersebut Yesus mengajarkan kepada murid-
muridnya bahwa untuk mencapai hidup yang kekal
(bahagia) mereka harus mengenal Tuhan secara benar
dan mengenal Yesus sebagai utusan Tuhan .

Ayat tersebut sangat selaras ketika meyakini bahwa
Yesus hanyalah seorang manusia utusan Allah SWT,
bukan jelmaan Allah SWT. Yesus sama sekali tidak
pernah mengatakan bahwa dirinya adalah jelmaan Allah
SWT dan Yesus/Nabi Isa as juga tidak pernah mengatakan bahwa
dirinya adalah Tuhan.!!

Tidak ada satu ayatpun yang
menyatakan Yesus mengaku sebagai Tuhan.
Ayat tersebut di atas akan berantakan maknanya, bila
memaksakan keyakinan Yesus sebagai Tuhan!

Salah satu
kejanggalannya adalah kalimat terakhir yang
menyatakan : dan mengenal Yesus Kristus yang Engkau
Utus,. Lalu Tuhan yang mana lagi Tuhan yang mengutus
Tuhan Yesus???

Bukankah teologi yang menyatakan Yesus sebagai
jelmaan Tuhan berarti harus meyakini bahwa tiada
Tuhan lagi selain Tuhan Yesus.???

Kalau demikian adanya
mau tidak mau keyakinan ini harus membunuh akal
sehat kemudian harus menerima saja ketika dikatakan
Tuhan diperintah Tuhan.😀

Dan masih banyak ayat-ayat dalam Alkitab yang
mengisahkan hubungan Yesus dengan Tuhan adalah
hubungan antara seorang utusan dengan Tuhan-Nya
yang mengutus.

Sehingga kalau kita yakini Yesus
sebagai Tuhan akan menimbulkan pertanyaan ???
Kok Jeruk
Minum Jeruk???😛

Semoga uraian kali ini dapat mencerahkan(bagi Kristen) dan dapat memperkuat akidah
keimanan kita(bagi Muslim). Amin.

Gambar

قُل لِلَّذِينَ كَفَرُواْ إِن يَنتَهُواْ يُغَفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُواْ فَقَدْ مَضَتْ سُنَّةُ الأَوَّلِينِ
(QS Al-Anfaal 8:38)
“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan MENGAMPUNI mereka tentang DOSA-DOSA mereka yang sudah lalu; dan JIKA mereka kembali lagi. Sesungguhnya akan Berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap) orang-orang dahulu “.”